<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Presidenkita</title>
	<atom:link href="http://presidenkita.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://presidenkita.wordpress.com</link>
	<description>Forum Diskusi Calon Presiden dan Wakil Presiden 2014</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Nov 2010 02:40:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='presidenkita.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog Presidenkita</title>
		<link>http://presidenkita.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://presidenkita.wordpress.com/osd.xml" title="Blog Presidenkita" />
	<atom:link rel='hub' href='http://presidenkita.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>&#8220;The Italian Job&#8221; sebuah operasi CIA yang penuh kekeliruan. Siapa yg menyuruh?</title>
		<link>http://presidenkita.wordpress.com/2010/11/13/the-italian-job-sebuah-operasi-cia-yang-penuh-kekeliruan-siapa-yg-menyuruh/</link>
		<comments>http://presidenkita.wordpress.com/2010/11/13/the-italian-job-sebuah-operasi-cia-yang-penuh-kekeliruan-siapa-yg-menyuruh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 02:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sroestam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Omar]]></category>
		<category><![CDATA[Barack Hussein Obama]]></category>
		<category><![CDATA[George W Bush]]></category>
		<category><![CDATA[Osama Mustafa Hassan Nasr]]></category>
		<category><![CDATA[Penyelesaian Konflik secara Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Afghanistan]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Iraq]]></category>
		<category><![CDATA[Soft Power]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://presidenkita.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Kita baru saja mendapat kunjungan orang nomor satu Amerika Serikat, Presiden Barack Hussein Obama yang banyak memberikan inspirasi bagi kita dan dunia agar menerapkan prinsip-prinsip pluralisme, demokrasi, dan kebersamaan, dan kesamaan derajat diantara bangsa-bangsa didunia, bukan dominasi kekuasaan. Beliau banyak mengutip ideologi yang dianut bangsa Indonesia, seperti Pancasila, Bhinneka Tunngal Ika, dan keberhasilan bangsa Indonesia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=136&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita baru saja mendapat kunjungan orang nomor satu Amerika Serikat, <strong>Presiden Barack Hussein Obama </strong>yang banyak memberikan inspirasi bagi kita dan dunia agar menerapkan <strong>prinsip-prinsip pluralisme, demokrasi, dan kebersamaan, dan kesamaan derajat diantara bangsa-bangsa didunia</strong>,  bukan dominasi kekuasaan. Beliau banyak mengutip ideologi yang dianut  bangsa Indonesia, seperti Pancasila, Bhinneka Tunngal Ika, dan  keberhasilan bangsa Indonesia dalam menyelesaikan berbagai konflik di  dalam negeri. Indonesia sebagai sebuah contoh demokrasi yang behasil  membuat masyarakat yang berbeda keyakinan agama dapat hidup berdampingan  secara damai. Beliau lebih mengedepankan <strong>penyelesaian konflik secara damai, atau Soft Power</strong>,  melalui perundingan dari pada melalui peretempuran fisik. Ini merupakan  kampanye Obama saat berpidato dalam kampanye Pemilihan Presiden AS  tahun 2008.</p>
<p>Cita-cita Obama untuk merubah kebijakan Luar Negeri  Amerika Serikat pada kenyataannya memang tidak selalu berjalan mulus,  seperti penyelesaian konflik Israel-Palestina, Perang Iraq, dan Perang  Afghanistan, sebab perang yang dikobarkan oleh pendahulunya, <strong>Presiden George W. Bush, penuh dengan asumsi-asumsi yang tidak benar</strong>,  seperti adanya senjata pemusnah massal di Iraq, dll. Untuk perang Iraq,  memang Obama telah membuat keputusan yang tepat, yaitu <strong>menarik seluruh pasukann AS pada bulan Juni 2011</strong>. Sedangkan untuk perang Afghanistan, keputusannya masih keliru dengan terus melanjutkan <strong>serangan-serangan pesawat tempur tak-berawak yang menimbulkan banyak korban-korban</strong> berjatuhan dari rakyatr yang tak berdosa. Obama harus membuat keputusan  yang berani dan tepat, sebab sudah diperkirakan bahwa Perang  Afghanistan akan berjalan lama dan <strong>tak mungkin dimenangkan oleh tentara pendudukan AS dan NATO</strong>. Jangan sampai AS menelan kekalahan pahit dan memalukan seperti <strong>Perang Vietnam</strong>.</p>
<p><strong>Obama harus segera menghentikan perang Afghanistan</strong>,  menghentikan pertempuran fisik yang telah menewaskan puluhan ribu  korban rakyat Afghanistan yang tak berdosa, dan menggantikannya dengan  Soft Power, melalui perundingan perdamaian antara fihak-fihak yang  bertikai. Ini akan dapat menghemat anggaran perang AS sampai <strong>ratusan milyar Dollar </strong>yang saat ini memang sangat dibutuhkan oleh Pemerintah AS untuk <strong>memulihkan perekonomiannya yang sedang terpuruk</strong>.</p>
<p>Terkait  dengan judul berita diatas, itu adalah sebuah kekeliruan atau kebodohan  sebuah operasi intelijen CIA yang mereka lakukan di Italia disiang hari  bolong tahun 2003, dimana operasi-operasi CIA itu dengan mudah dapat  dilacak, untuk menangkap seorang tersangka teroris, <strong>Osama Mustafa Hassan Nasr, atau Abu Omar</strong>.  Abu Omar akhirnya dikirim ke Mesir, disiksa sampai berbulan-bulan di  penjara Mesir, dan akhirnya dibebaskan karena tuduhan-tuduhan  terhadapnya tidak terbukti.</p>
<p>Saat ini di <strong>Pengadilan Italia</strong> sedang diproses pengadilan terhadap<strong> 23 orang warga negara AS sebagai anggota CIA</strong> yang melakukan<strong> penangkapan Abu Omar secara illegal</strong>, dan menjadi berita hangat di <strong>The New York Times</strong> saat ini. Apakah operasi itu merupakan perintah langsung orang nomor satu di AS saat itu, <strong>Presiden Bush</strong>? Apakah ada peran <strong>Perdana Menteri Italia saat itu, Silvio Berlusconi</strong>?  Jawabannya akan sangat menarik untuk diketahui oleh kita semua, bahwa  pelanggaran HAM tidak dapat lagi ditolerir oleh masyarakat dunia.</p>
<p>Silahkan ditanggapi.<br />
Semoga bermanfaat.</p>
<p>Inside the <a title="More articles about the Central Intelligence Agency." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/organizations/c/central_intelligence_agency/index.html?inline=nyt-org">Central Intelligence Agency</a>,  it came to be known as “The Italian Job,” a botched operation in 2003  that snatched a radical cleric off a Milan street in broad daylight and  spirited him to Egypt, where he says he endured months of torture at the  hands of his Egyptian jailers.</p>
<p>The C.I.A. operatives had successfully nabbed their quarry — <a title="More articles about Hassan Mustafa Osama Nasr." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/n/hassan_mustafa_osama_nasr/index.html?inline=nyt-per">Osama Mustafa Hassan Nasr</a>,  known as Abu Omar — but they made a number of dizzyingly stupid  decisions while in Italy. They spoke on commercial cellphones, used  traceable toll scanners to breeze down highways in the getaway van,  checked into ritzy hotels using the addresses of post office boxes  located near C.I.A. headquarters and even gave the hotels frequent flier  numbers so they could earn miles during their stay in Milan. The  missteps left a lengthy evidence trail for Italian prosecutors, and 23  Americans were ultimately convicted on kidnapping charges after being  tried in absentia.</p>
<p>Italian and American journalists have already unearthed many details of  the case, and others came out during the trial. Yet a more thorough  treatment has been needed to resolve a number of mysteries.</p>
<p>Steve Hendricks, the author of “The Unquiet Grave: The FBI and the  Struggle for the Soul of Indian Country,” has gone part of the way in “A  Kidnapping in Milan,” a generally fast-paced account of the episode.  Hendricks is particularly strong in tracing Abu Omar’s roots in the  jihadist world of the Middle East and his travels to Pakistan, Albania  and eventually the rundown fringes of Milan. When Abu Omar arrived in  Italy, he was just one among a flood of immigrants who had come to work  in factories churning out Armani suits and Prada shoes.</p>
<p>But as Milan emerged as a hive of radical Islamic activity, Abu Omar  became an influential cleric at one of the city’s mosques. His fiery  sermons attracted the attention of both Italian and American officials,  who began eavesdropping on his conversations to determine whether he was  plotting terror attacks. Hendricks chronicles the rivalries, mistrust  and poor communication between the Italian counterterrorism agencies, a  situation not unlike the historic animosity between the C.I.A. and the <a title="More articles about the Federal Bureau of Investigation." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/organizations/f/federal_bureau_of_investigation/index.html?inline=nyt-org">F.B.I.</a> Though the C.I.A. operatives snatched Abu Omar with the blessing of  part of Italy’s intelligence establishment, a separate Italian  counterterrorism agency that had been gathering evidence to prosecute  the Egyptian in court was left completely in the dark.</p>
<p>Hendricks recounts Abu Omar’s time in an Egyptian prison in particularly  grim detail, in a section that also contains a somewhat superfluous and  stomach-churning description of torture methods employed throughout  history. And he is admirably candid about the fact that he paid Abu Omar  to get his story after the cleric was released from prison. Abu Omar  even locked Hendricks in his apartment when the two men fought over  exactly how much Abu Omar should be paid.</p>
<p>But who thought the Abu Omar abduction was actually a good idea? And why  was the operation so amateurish? Did the head of the C.I.A.’s Milan  base, Robert Seldon Lady, really oppose it, as Lady has asserted in some  news media accounts? “A Kidnapping in Milan” provides no answers.</p>
<p>Hendricks tried unsuccessfully to get members of the C.I.A. team to  speak to him — efforts that resulted in hastily hung-up phones and  face-to-face meetings where people he suspects were on the mission  flatly denied any involvement, or even working for the C.I.A. Reporters  who regularly toil in these fields will sympathize with Hendricks’s  frustration.</p>
<p>And yet Hendricks does not seem to have tried other, more senior  American officials to better fill in the picture. Who gave approval for  the operation? Did President Bush personally make the decision? And what  exactly did the Italian prime minister, <a title="More articles about Silvio Berlusconi." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/b/silvio_berlusconi/index.html?inline=nyt-per">Silvio Berlusconi</a>,  know about it all? These are some of the questions that bedeviled a  group of dogged Italian prosecutors and, as yet, have not been answered.</p>
<div>
<p>Mark Mazzetti is a national security correspondent for The Times. (Source: Mark Marzetti &#8211; The New York Times, Nov 12, 2010)</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/presidenkita.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/presidenkita.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/presidenkita.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/presidenkita.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/presidenkita.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/presidenkita.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/presidenkita.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/presidenkita.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/presidenkita.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/presidenkita.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/presidenkita.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/presidenkita.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/presidenkita.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/presidenkita.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=136&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://presidenkita.wordpress.com/2010/11/13/the-italian-job-sebuah-operasi-cia-yang-penuh-kekeliruan-siapa-yg-menyuruh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9c66ea21e1dab7282225ac1f2c8efe2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sroestam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Christianto Wibisono: Era Kapitalisme 4.0 &#8211; Tidak Terlalu Liberal maupun Regulated, Ekonomi Jalan Tengah?</title>
		<link>http://presidenkita.wordpress.com/2010/11/09/christianto-wibisono-era-kapitalisme-4-0-tidak-terlalu-liberal-maupun-regulated-ekonomi-jalan-tengah/</link>
		<comments>http://presidenkita.wordpress.com/2010/11/09/christianto-wibisono-era-kapitalisme-4-0-tidak-terlalu-liberal-maupun-regulated-ekonomi-jalan-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2010 21:26:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sroestam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kapitalisme 4.0 sebagai tren baru Ekonomi Global]]></category>
		<category><![CDATA[Adam Smith]]></category>
		<category><![CDATA[Bubble Economy]]></category>
		<category><![CDATA[Franklin D Roosevelt]]></category>
		<category><![CDATA[John Maynard Keynes]]></category>
		<category><![CDATA[Kapitalisme 1.0]]></category>
		<category><![CDATA[Kapitalisme 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Kapitalisme 3.0]]></category>
		<category><![CDATA[Kapitalisme 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[Lehman Brothers]]></category>
		<category><![CDATA[Liasez Faire]]></category>
		<category><![CDATA[Margaret Thatcher]]></category>
		<category><![CDATA[Reagan]]></category>
		<category><![CDATA[Wallstreet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://presidenkita.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Menarik sekali tulisan Christanto Wibisono di Harian Kompas 8 Nov 2010 tentang sejarah perkembangan Kapitalisme, mulai dari Kapitalisme 1.0 sampai saat ini Kapitalisme 4.0. Kapitalisme 1.0 didasarkan atas teori Adam Smith tentang pasar bebas murni (laisez faire) yang berlangsung dari tahun 1800-an sampai berakhir dengan kegagalannya, yaitu ambruknya pasar saham Wall Street pada Oktober 1929, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=132&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik sekali tulisan Christanto Wibisono di Harian Kompas 8 Nov 2010 tentang sejarah perkembangan Kapitalisme, mulai dari Kapitalisme 1.0 sampai saat ini Kapitalisme 4.0.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Kapitalisme 1.0</span> didasarkan atas teori <span style="font-weight:bold;">Adam Smith</span> tentang <span style="font-weight:bold;">pasar bebas murni (laisez faire)</span> yang berlangsung dari tahun 1800-an sampai berakhir dengan kegagalannya, yaitu ambruknya pasar saham <span style="font-weight:bold;">Wall Street pada Oktober 1929</span>, dan menimbulkan<span style="font-weight:bold;"> resesi dunia</span> yang berkepanjangan.</p>
<p>Ideologi Kapitalisme <span style="font-weight:bold;">ditentang keras oleh Partai Komunis</span> Uni Sovyet dan RRC yang muncul pada tahun 1917 dengan <span style="font-weight:bold;">ideologi Komunisme</span>.</p>
<p>Belajar dari pengalaman sebelumnya, maka dimunculkan <span style="font-weight:bold;">Kapitalisme 2.0</span> sebagai hasil dari kombinasi teori <span style="font-weight:bold;">Keynesian (John Maynard Keynes)</span> dan <span style="font-weight:bold;">New Deal (Presiden AS Franklin D. Roosevelt)</span>. Kapitalisme 2.0 ini bersaing ketat dengan ideologi Komunisme hingga tahun 1970-an, setelah RRC dan Uni Sovyet mau mengadopsi ideologi Kapitalisme 2.0 pada <span style="font-weight:bold;">tahun 1979</span>, dan meninggalkan secara bertahap ideologi Komunisme mereka.</p>
<p>Kapitalisme 2.0 dilanjutkan dengan <span style="font-weight:bold;">Kapitalisme 3.0</span> setelah<span style="font-weight:bold;"> Presiden AS Ronald Reagan dan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher</span> menerapkan <span style="font-weight:bold;">swastanisasi dan liberalisasi sektor finansial</span>. Hasilnya setelah 29-tahun berjalan adalah jatuhnya kembali pasar saham <span style="font-weight:bold;">Wallstreet beserta Lehman Brothers</span> pada tahun <span style="font-weight:bold;">2008</span>, setelah 10-tahun sebelumnya meruntuhkan perekonomian Asia Timur termasuk Indonesia. Ini adalah dampak dari Fundamentalisme pasar dengan<span style="font-weight:bold;"> ekonomi gelembung (Bubble Economy)</span>.</p>
<p>Manusia kembali harus belajar dari pengalaman masa lalu, dimana <span style="font-weight:bold;">liberalisasi pasar tidak boleh terlalu liberal, dan regulasi tidak boleh terlalu ketat</span>. Ini adalah hasil dari <span style="font-weight:bold;">kekalahan Presiden Barack Obama</span> pada tanggal 3 November 2010 yang lalu. Kebijakan Obama yang terlalu pro Ekonomi Kerakyatan harus dirubah untuk juga memberikan ruang bagi liberalisasi pasar yang tidak terlalu liberal. Jadi antara kedua kubu itu harus di-regulasi secara berimbang. Ini akan menjadi<span style="font-weight:bold;"> ideologi Kapitalisme 4.0</span> atau <span style="font-weight:bold;">Ekonomi Jalan Tengah</span> yang pernah dimunculkan saat Pemilu Presiden R.I. 2009 yang lalu.</p>
<p>Pengalaman Perekonomian Global yang sekarang harus mengadopsi Kapitalisme 4.0 atau Perekonian Jalan Tengah ini juga harus diterapkan dalam <span style="font-weight:bold;">regulasi Telematika Indonesia</span>, dimana <span style="font-weight:bold;">regulasinya tidak boleh terlalu ketat</span>, tetapi hendaknya agar <span style="font-weight:bold;">berimbang</span>, antara <span style="font-weight:bold;">peran swasta dan masyarakat</span> dengan <span style="font-weight:bold;">peran Pemerintah</span>.</p>
<p>Silahkan ditanggapi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/presidenkita.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/presidenkita.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/presidenkita.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/presidenkita.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/presidenkita.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/presidenkita.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/presidenkita.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/presidenkita.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/presidenkita.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/presidenkita.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/presidenkita.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/presidenkita.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/presidenkita.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/presidenkita.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=132&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://presidenkita.wordpress.com/2010/11/09/christianto-wibisono-era-kapitalisme-4-0-tidak-terlalu-liberal-maupun-regulated-ekonomi-jalan-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9c66ea21e1dab7282225ac1f2c8efe2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sroestam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dapatkah sebuah Gunung Berapi dijinakkan? Sebuah Pemikiran</title>
		<link>http://presidenkita.wordpress.com/2010/11/07/dapatkah-sebuah-gunung-berapi-dijinakkan-sebuah-pemikiran/</link>
		<comments>http://presidenkita.wordpress.com/2010/11/07/dapatkah-sebuah-gunung-berapi-dijinakkan-sebuah-pemikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 01:08:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sroestam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cara Menjinakkan Gunung Berapi]]></category>
		<category><![CDATA[Di Bom dengan Pesawat Tempur]]></category>
		<category><![CDATA[Menjinakkan Gunung Berapi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbatan di Mulut Gunung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://presidenkita.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Melihat makin banyaknya korban-korban yang berjatuhan dari bencana meletusnya gunung Merapi, yang terutama disebabkan oleh sulitnya meramalkan kapan gunung itu akan meletus, sehingga membuat banyak korban-korban berjatuhan karena tidak tahu hari apa, jam berapa dan detik keberapa gunung itu akan meletus, maka kami ingin menyampaikan sebuah pemikiran atau solusi. Para korban itu tewas karena ketidak-tahuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=130&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_303" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://sroestam.files.wordpress.com/2010/11/merapi.jpg"><img class="size-medium wp-image-303" title="merapi" src="http://sroestam.files.wordpress.com/2010/11/merapi.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Gunung Merapi</p></div>
<p>Melihat makin banyaknya korban-korban  yang berjatuhan dari bencana meletusnya gunung Merapi, yang terutama  disebabkan oleh sulitnya meramalkan kapan gunung itu akan meletus,  sehingga membuat banyak korban-korban berjatuhan karena tidak tahu hari  apa, jam berapa dan detik keberapa gunung itu akan meletus, maka kami  ingin menyampaikan sebuah pemikiran atau solusi.</p>
<p><strong>Para  korban itu tewas karena ketidak-tahuan mereka saat meletusnya gunung  Merapi itu, mereka tetap berada di lokasi yang berbahaya itu dan  perkiraan mereka itu meleset. Seperti sudah diakui oleh Bapak Surono,  Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, secara ilmiah tidak  mungkin untuk meramalkan secara tepat kapan sebuah gunung berapi akan  meletus. Jadi ini merupakan faktor utama yang menyebabkan banyaknya  korban-korban yang berjatuhan.</strong></p>
<p><strong>Gunung Berapi  yang akan meletus adalah ibarat bisul yang siap akan pecah. Untuk  mempercepatnya, kita bisa memencet bisul itu hingga keluarlah nanah  kotor yang menyebabkan kita sakit. Penderita sakit bisul itu akan segera  sembuh setelah dikeluarkannya nanah dari bisulnya.</strong></p>
<p>Lalu  bagaimanakah caranya untuk &#8220;memencet&#8221; gunung berapi yang siap meletus  itu agar saatnya dapat kita tetapkan sesuai rencana, dan sebelumnya  seluruh penduduk disekitarnya sudah terlebih dahulu kita ungsikan untuk  satu hari saja, pada hari dimana gunung itu kita upayakan meletus.</p>
<p>Ini  akan sangat mengurangi penderitaan penduduk disekitar gunung berapi  itu, karena hanya diperlukan untuk mengungsi cukup satu hari saja.  Selain itu mereka tidak harus was-was terus selama satu bulan penuh  karena tidak tahu kapan waktunya gunung akan meletus.</p>
<p><strong>Usul  kami untuk meledakkan gunung yang siap meletus pada saat yang kita  tentukan adalah dengan menjatuhkan ratusan ton bom dari pesawat tempur  secara cepat dan akurat ke kawah gunung berapi itu. Hasil yang  diharapkan adalah terbukanya sumbatan batu-batuan dan pasir gunung itu,  sehingga tidak terjadi ledakan yang terlalu hebat akibat sumbatan yang  terlalu lama yang dapat meningkatkan energi ledakan gunung itu, Bagaikan  bisul yang dikempeskan, tekanan dari dalam perut bumi dapat diturunkan  ketingkat yang tidak terlalu membahayakan.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_304" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><strong><a href="http://sroestam.files.wordpress.com/2010/11/klaten.jpg"><img class="size-medium wp-image-304" title="Klaten" src="http://sroestam.files.wordpress.com/2010/11/klaten.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Wedus Gembel" width="300" height="225" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Wedus Gembel</p></div>
<p><strong>Kalau  Angkatan Udara R.I. belum mempunyai cukup banyak pesawat-pesawat tempur  dengan jumlah bom-bom yang cukup, mungkin ini adalah sebuah kesempatan  baik untuk dibicarakan dengan Presiden AS Barack Obama yang akan datang  ke Jakarta pada hari Selasa 9 November 2010. Ini akan lebih baik dan  bermanfaat bagi ummat manusia dari pada menjatuhkan bom-bom di  tempat-tempat yang berpenduduk tak berdosa di Iraq dan Afghanistan.</strong></p>
<p>Silahkan  ditanggapi dan semoga bermanfaat sebagai solusi yang baik untuk  menghindarkan korban-korban letusan gunung berapi yang tidak dapat  diramalkan.<br />
<span style="color:#888888;"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/presidenkita.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/presidenkita.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/presidenkita.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/presidenkita.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/presidenkita.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/presidenkita.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/presidenkita.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/presidenkita.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/presidenkita.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/presidenkita.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/presidenkita.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/presidenkita.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/presidenkita.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/presidenkita.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=130&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://presidenkita.wordpress.com/2010/11/07/dapatkah-sebuah-gunung-berapi-dijinakkan-sebuah-pemikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9c66ea21e1dab7282225ac1f2c8efe2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sroestam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sroestam.files.wordpress.com/2010/11/merapi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">merapi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sroestam.files.wordpress.com/2010/11/klaten.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Klaten</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obama mengakui kekalahan Demokrat karena Kebijakannya yg Kurang Tepat</title>
		<link>http://presidenkita.wordpress.com/2010/11/06/obama-mengakui-kekalahan-demokrat-karena-kebijakannya-yg-kurang-tepat/</link>
		<comments>http://presidenkita.wordpress.com/2010/11/06/obama-mengakui-kekalahan-demokrat-karena-kebijakannya-yg-kurang-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 03:30:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sroestam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kekalahan Partai Demokrat AS]]></category>
		<category><![CDATA[Akibat Kebijakan yg tidak tepat]]></category>
		<category><![CDATA[petunjuk bagi KIB-II untuk tingkatkan Kinerjanya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://presidenkita.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Presiden AS Barack Obama malam tadi mengakui kekeliruan kebijakan nasionalnya sehingga mengakibatkan kekalahan Kubu Demokrat di DPR pada Pemilu Mid-Term November 2010 ini, walaupn di tingkat Senat Kubu Demokrat masih tetap memegang kendali mayoritas. Kekeliruan-kekeliruan kebijakan Obama tersebut antara lain adalah upayanya untuk meningkatkan taraf hidup kelompok miskin Rakyat Amerika dengan memberikan  layanan kesehatan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=124&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Presiden AS Barack Obama malam tadi mengakui kekeliruan kebijakan nasionalnya sehingga mengakibatkan kekalahan Kubu Demokrat</strong> di DPR pada Pemilu Mid-Term November 2010 ini, walaupn di tingkat Senat Kubu Demokrat masih tetap memegang kendali mayoritas.</p>
<p>Kekeliruan-kekeliruan kebijakan Obama tersebut antara lain adalah <strong>upayanya untuk meningkatkan taraf hidup kelompok miskin Rakyat Amerika</strong> dengan memberikan  <strong>layanan kesehatan yang lebih baik dan memberikan jaminan asuransi bagi rakyat miskin</strong>. Ini tentu sangat ditentang oleh para pengusaha AS yang sangat menjunjung tinggi kebijakan ekonomi NeoLib, persaingan bebas.</p>
<p>Kebijakan lainnya yang menguntungkan Rakyat Miskin AS adalah <strong>Pemotongan Pajak bagi individu khususnya golongan Rakyat Miskin</strong> atau yang berpenghasilan pas-pasan.</p>
<p>Kalu boleh disimpulkan, <strong>kekalahan Kubu Demokrat di AS adalah ibarat Kekalahan Kebijakan Ekonomi Kerakyatan terhadap kebijakan Ekonomi NeoLIb</strong>.</p>
<p>Selama dua tahun Pemerintahannya, <strong>pidato-pidato Obama sering dianggap sebagai seorang Dosen yang memberikan kuliah, memaksakan pemikirannya kepada para mahasiswanya</strong>, bukannya mencarikan solusi yang dapat diterima bersama oleh mayoritas Rakyat Amerika, khusunya para pengusaha yang punya pengaruh besar dalam kehidupan perekonomian Amerika.</p>
<p>Suatu waktu Obama memberikan <strong>pidato di George Washington University</strong> yang menyatakan bahwa sebagai Presiden ia akan mengembangkan kebijakan investasi jangka panjang, namun akhirnya ternyata <strong>pernyataannya tidak dilaksanakan.</strong></p>
<p>Apa yang dibutuhkan oleh Rakyat Amerika<strong> bukanlah janji-janji yang kosong</strong>, yang tidak dapat dilaksanakan. Rakyat umumnya tidak sabar membaca berbagai makalah atau paper works. Yang mereka harapkan adalah <strong>Action, bukan NATO (No Action, Talk Only).</strong></p>
<p>Mulai sekarang Obama harus lebih mendahulukan hubungan emosional dengan masyarakat banyak, bukan memaksakan kehendaknya.</p>
<p>Sebagai seorang Presiden AS, ia <strong>harus bisa menunjukkan efektivitasnya sebagai Pemimpin</strong> yang bisa merubah sitausi perekonomian AS yang sedang terpuruk, menjadi lebih baik dalam waktu singkat, mengurangi jumlah pengangguran yang saat ini masih pada angka antara 9 juta &#8211; 10 juta orang.</p>
<p>Mulai sekarang <strong>Obama harus dapat bekerjasama dengan pihak oposisi, yaitu Partai Republik dan pendukungnya Partai Tea (Tea Party)</strong> yang sangat konservatif dan cenderung menentang kebijakan Pemerintah.</p>
<p>Pengalaman kekalahan Partai Demokrat AS yang dipimpin Obama dapat <strong>menjadi petunjuk yang sangat bermanfaat bagi Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu jilid-II yang dipimpin oleh Presiden SBY untuk meningkatkan efektivitas dan kinerjanya dalam periode 2010-2014.</strong></p>
<p>Marilah kita sambut kedatangan Presiden Obama dengan tangan terbuka, karena beliau adalah bagian dari sejarah Indonesia, dimana beliau pernah bersekolah di <strong>Sekolah Dasar Besuki, Menteng, Jakarta selama 4-tahun.</strong> Semoga kehadiran beliau di Indonesia dapat meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Amerika Serikat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/presidenkita.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/presidenkita.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/presidenkita.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/presidenkita.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/presidenkita.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/presidenkita.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/presidenkita.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/presidenkita.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/presidenkita.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/presidenkita.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/presidenkita.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/presidenkita.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/presidenkita.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/presidenkita.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=124&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://presidenkita.wordpress.com/2010/11/06/obama-mengakui-kekalahan-demokrat-karena-kebijakannya-yg-kurang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9c66ea21e1dab7282225ac1f2c8efe2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sroestam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;War and Peace&#8221; di Afganistan. Mampukah AS memaksa Taliban ke Meja Perundingan?</title>
		<link>http://presidenkita.wordpress.com/2010/10/16/war-and-peace-di-afganistan-mampukah-as-memaksa-taliban-ke-meja-perundingan/</link>
		<comments>http://presidenkita.wordpress.com/2010/10/16/war-and-peace-di-afganistan-mampukah-as-memaksa-taliban-ke-meja-perundingan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2010 22:44:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sroestam</dc:creator>
				<category><![CDATA[War and Peace di Afghanistan]]></category>
		<category><![CDATA[Kekalahan AS di Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenangan AS di Afganistan banyak yg meragukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat Predator Drones]]></category>
		<category><![CDATA[Takti AS untuk bawa Taliban ke Perundingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://presidenkita.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Dengan makin banyaknya korban-korban tentara NATO  yang tewas tiap hari di Afghanistan, serta makin mendekatnya jadwal penarikan tentara AS dari Afghanistan, yaitu Juli 2011 sebagaimana dijanjikan oleh Presiden AS Barack Obama, maka makin besar pula tekanan kepada Pemerintah AS dan Afghanistan untuk menghentikan Perang di Afghanistan yang sudah berjalan 9-tahun melalui perundingan dengan pimpinan Taliban. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=121&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan makin banyaknya korban-korban tentara NATO  yang tewas tiap hari di Afghanistan, serta makin mendekatnya jadwal penarikan tentara AS dari Afghanistan, yaitu Juli 2011 sebagaimana dijanjikan oleh Presiden AS Barack Obama, maka makin besar pula tekanan kepada Pemerintah AS dan Afghanistan untuk menghentikan Perang di Afghanistan yang sudah berjalan 9-tahun melalui perundingan dengan pimpinan Taliban.</p>
<p>Untuk mengurangi korban tewas dari pihak tentara NATO dan untuk membunuh para Pimpinan menegah Taliban, AS menggunakan banyak sekali serangan pesawat-pesawat terbang tanpa awak &#8220;Predator drones&#8221;. Antara bulan Juni- September 2010 saja, pewawat2 Predator drones itu telah menjatuhkan sebanyak 2.100 bom atau missile ke arah konsentrasi-konsentrasi tentara Taliban. Serangan-serangan itu tentu saja tidak hanya membunuh tentara Taliban, tetapi juga penduduk sipil, anak-anak dan wanita yang tidak berdosa.</p>
<p>Jendral Petraeus, Pemimpin tentara NATO di Afghanistan yang menggantikan Jendral McCrystal, sebelumnya memang menggunakan takitik yang serupa di medan perang Iraq, sehingga dapat dibentuk Pemeritahan di Iraq yang didukung oleh semua pihak, walaupun sampai saat ini belum juga terbentuk Pemerintahan Iraq yang benar-benar kuat.</p>
<p>Jendral McCrystal sebelumnya pernah meng-kritik kebijakan AS ini, bahwa taktik penghancuran konsentrasi-konsentrasi tentara Taliban tidak akan pernah berhasil untuk membawa mereka ke meja perundingan. Kritik ini telah membuat marah Pemerintahan Presiden Obama, sehingga akhirnya McCrystal dicopot dari jabatannya. Sebaliknya taktik ini malah akan membuat marah dan kebencian kepada tentara NATO, dan membalas mereka dengan serangan-serangan bom bunuh diri.</p>
<p>Kesalahan utama sebenarnya ada di pihak-pihak yang mengobarkan Perang Iraq dan Perang Afghanistan, dua negara berdaulat yang diserang dengan alasan-alasan yang tidak jelas serta dibuat-buat, seperti telah terbukti. Sekarang para penyerang itu terkena getahnya, mereka akan sulit meninggalkan medan perang dengan kemenangan total seperti yang mereka harapkan.</p>
<p>Apakah sejarah Perang Vietnam akan terulang kembali, dengan penarikan tentara AS secara tergesa-gesa dan dipermalukan oleh tentara Ho Chi Minh sehingga terpaksa AS mengakui kedaulatan Vietnam seperti sekarang? Kejadian tersebut diatas juga merupakan kegagalam PBB yang membiarkan negara-negara Adikuasa untuk menyerang negara-negara kecil, dan bukannya membiarkan mereka menyelesaikan perselisihan domestik mereka.</p>
<p>Si;ahkan ditanggapi.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; Berita lengkapnya &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>KABUL, Afghanistan, Oct 15, 2010 — Airstrikes on <a title="More articles about the Taliban." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/organizations/t/taliban/index.html?inline=nyt-org">Taliban</a> insurgents have risen sharply here over the past four months, the  latest piece in what appears to be a coordinated effort by American  commanders to bleed the insurgency and pressure its leaders to negotiate  an end to the war.</p>
<p>American pilots pounded the Taliban with 2,100 bombs or missiles from June through September, with 700 in September alone, <a title="More articles about the U.S. Air Force." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/organizations/a/us_air_force/index.html?inline=nyt-org">Air Force</a> officers here said Thursday. That is an increase of nearly 50 percent over the same period last year, the records show.</p>
<p>The stepped-up air campaign is part of what appears to be an intensifying American effort, orchestrated by Gen. <a title="More articles about David H. Petraeus." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/p/david_h_petraeus/index.html?inline=nyt-per">David H. Petraeus</a>,  to break the military stalemate here as pressure intensifies at home to  bring the nine-year-old war to an end. In recent weeks, General  Petraeus has increased raids by Special Forces units and launched large  operations to clear territory of Taliban militants.</p>
<p>And it seems increasingly clear that he is partly using the attacks to  expand a parallel path to the end of the war: an American-led diplomatic  initiative, very much in its infancy but ultimately aimed at persuading  the Taliban — or large parts of the movement — to make peace with the  Afghan government.</p>
<p>In recent weeks, American officials have spoken approvingly in public of  new contacts between Taliban leaders and the Afghan government. On  Wednesday<a title="Times article" href="http://www.nytimes.com/2010/10/14/world/asia/14gates.html"> they acknowledged their active involvement</a> by helping Taliban leaders travel to Kabul to talk peace.</p>
<p>On the diplomatic front, Afghan leaders said Thursday that they were  seeing what they believed were the first positive signs from the  Taliban. In a news conference in Kabul, <a title="More articles about Burhanuddin Rabbani." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/r/burhanuddin_rabbani/index.html?inline=nyt-per">Burhanuddin Rabbani</a>,  the leader of a council charged with making peace, said that  discussions with Taliban leaders — carried out through third parties —  were under way.</p>
<p>“The Taliban have not rejected peace completely,” said Mr. Rabbani, a  former Afghan president. They want the talks “to take place,” he added.</p>
<p>For all the efforts, American and Afghan officials were quick to play  down any suggestion that peace was at hand — or even remotely near. Most  of the Taliban leaders, if not the movement’s foot soldiers, have given  no sign that they are willing to make any sort of deal.</p>
<p>Even on the battlefield, there are few indications that the large increase in firepower ordered by <a title="More articles about Barack Obama." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/o/barack_obama/index.html?inline=nyt-per">President Obama</a> is having the intended effect. With the American-led war moving through its bloodiest phase since 2001, more American and <a title="More articles about the North Atlantic Treaty Organization." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/organizations/n/north_atlantic_treaty_organization/index.html?inline=nyt-org">NATO</a> soldiers have been killed this year than at any time since the war  began. In the past two days alone, at least 14 members of the Western  forces here have been killed.</p>
<p>Indeed, senior American officials, gathering Thursday at a NATO  conference in Brussels, indicated that they were trying to energize a  peace process about whose contours and duration they could only guess.</p>
<p>“We just — you know, we need to be open to opportunities that arise,” Secretary of Defense <a title="More articles about Robert M. Gates." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/g/robert_m_gates/index.html?inline=nyt-per">Robert M. Gates</a> said in Brussels.</p>
<p>President <a title="More articles about Hamid Karzai." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/k/hamid_karzai/index.html?inline=nyt-per">Hamid Karzai</a> of Afghanistan and his advisers have been trying for months to engage  the Taliban’s leaders about the possibilities of ending the war. In  part, Mr. Karzai and his team are motivated by concerns about Mr.  Obama’s plan to begin reducing the number of American forces here by  next July.</p>
<p>So far, those diplomatic efforts have come to naught. Pakistani  officials helped scuttle one incipient dialogue that was unfolding  earlier this year.</p>
<p>For their part, the Taliban’s leaders have mostly dismissed the  possibility of making a deal with Mr. Karzai’s government, declaring —  not without reason — that time is on their side.</p>
<p>American officers said the intensified airstrikes were possible because  of better intelligence, which enables pilots to be more precise in their  attacks. Much of that intelligence, the officers said, is being  supplied by remotely piloted aircraft like the <a title="More articles about unmanned aerial vehicles." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/subjects/u/unmanned_aerial_vehicles/index.html?inline=nyt-classifier">Predator drones</a>, which have flooded the skies in recent months.</p>
<p>According to the Air Force’s statistics, remotely piloted vehicles have  flown more than 21,000 sorties so far this year, already surpassing the  roughly 19,000 drone flights for all of last year. The targets for many  of the airstrikes have been insurgents who were building or planting  homemade bombs, which are the most prolific killers of American and NATO  troops.</p>
<p>“We have been able to find a lot of places where they are putting these  things together,” said Col. Jim Sturgeon, chief of air operations for  NATO.</p>
<p>So far, the greater number of airstrikes does not appear to have  resulted in more civilian casualties, at least not according to NATO  statistics. In 2008, between January and September, 169 Afghans were  inadvertently killed or wounded in NATO airstrikes. Over the same period  in 2010, the number of Afghans killed or wounded was 88, the statistics  show.</p>
<p>Insurgents cause the overwhelming majority of civilian deaths here, but  errant strikes by NATO jets and helicopters have been a source of great  tension with the Karzai government.</p>
<p>The statistics on American airstrikes were first published in Wired magazine.</p>
<p>The more intensive air campaign comes as American and NATO forces have  stepped up the fight in other areas as well. The operation to pacify  Kandahar, the epicenter of the insurgency, is well under way.</p>
<p>Members of Special Operations units have been unleashed with particular  ferocity. In a three-month period ending Oct. 7, the units killed 300  midlevel Taliban commanders and 800 foot soldiers, and captured 2,000  insurgents.</p>
<p>“You’ve got to put pressure on the networks to get them to start  thinking about alternatives to fighting,” said a senior NATO officer in  Kabul. “We are not at the tipping point yet.”</p>
<p>General Petraeus appears to be following a template that helped him pull  the Iraq war back from the cataclysmic levels of violence that engulfed  the country after the American invasion. Beginning in 2006, American  commanders simultaneously opened negotiations with insurgent leaders  while killing or capturing those not inclined to make a deal.</p>
<p>Afghanistan is a different country, and it is not clear that the tactics  that brought success in Iraq will work here. In particular, the Afghan  insurgency is nowhere near to being as cohesive as the insurgency in  Iraq, where guerrilla leaders could order their men to stop fighting  with a reasonable expectation that they would obey.</p>
<p>Some Afghan experts believe that NATO’s two-track strategy is flawed —  that bleeding the Taliban may actually make the insurgents less inclined  to negotiate. Matt Waldman, an independent analyst who has worked  extensively in the region, said that it was unlikely that many Taliban  leaders could order their men to stop fighting.</p>
<p>“It’s dangerous to assume that you can bring off a senior commander and all his men will follow,” Mr. Waldman said.</p>
<p>It was more likely, he said, that the midlevel commanders now being  killed by NATO would be replaced by others ever more committed to  fighting. After all, one of the principles of the Afghan campaign,  enunciated by General Petraeus himself and Gen. <a title="More articles about Stanley A. McChrystal." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/m/stanley_a_mcchrystal/index.html?inline=nyt-per">Stanley A. McChrystal</a> before him, was that NATO would never be able to kill and capture its way to victory.</p>
<p>“The idea that killing insurgents will take us to negotiations seems  pretty doubtful,” Mr. Waldman said. “They have an infinite capacity to  regenerate.”</p>
<div>
<p>(Carlotta Gall contributed reporting from Kabul, Thom Shanker from Brussels and Eric Schmitt from Washington)</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/presidenkita.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/presidenkita.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/presidenkita.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/presidenkita.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/presidenkita.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/presidenkita.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/presidenkita.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/presidenkita.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/presidenkita.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/presidenkita.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/presidenkita.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/presidenkita.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/presidenkita.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/presidenkita.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=121&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://presidenkita.wordpress.com/2010/10/16/war-and-peace-di-afganistan-mampukah-as-memaksa-taliban-ke-meja-perundingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9c66ea21e1dab7282225ac1f2c8efe2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sroestam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siti Fadilah Supari: “Revolusi Kebudayaan dalam Pemikiran Kartini”</title>
		<link>http://presidenkita.wordpress.com/2010/05/01/siti-fadilah-supari-%e2%80%9crevolusi-kebudayaan-dalam-pemikiran-kartini%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://presidenkita.wordpress.com/2010/05/01/siti-fadilah-supari-%e2%80%9crevolusi-kebudayaan-dalam-pemikiran-kartini%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 17:17:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sroestam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Emansipasi Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Neo Kolonialisme]]></category>
		<category><![CDATA[NeoLib]]></category>
		<category><![CDATA[Siti Fadilah Supari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://presidenkita.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Kita semua mengenal siapa Kartini, seorang tokoh perempuan yang memperjuangkan “Emansipasi”. Pada mulanya, hampir semua mengartikan “emansipasi” sebagai kesetaraan antara  perempuan dan laki laki, dimana perempuan selalu di terbelakang kan. Sedangkan arti “Emancipation” adalah Kemerdekaan, kesetaraan. Setelah di telaah dengan cermat isi surat surat yang pernah ditulis oleh beliau selama empat setengah tahun, “Emansipasi” yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=111&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita semua mengenal siapa Kartini, seorang  tokoh perempuan yang  memperjuangkan “Emansipasi”. Pada mulanya, hampir  semua mengartikan  “emansipasi” sebagai kesetaraan antara  perempuan dan  laki laki, dimana  perempuan selalu di terbelakang kan. Sedangkan arti  “Emancipation”  adalah Kemerdekaan, kesetaraan. Setelah di telaah dengan  cermat isi  surat surat yang pernah ditulis oleh beliau selama empat  setengah  tahun, “Emansipasi” yang diperjuangkan adalah bukan hanya  sekedar  emansipasi wanita, tetapi lebih luas dari itu, yaitu  kesetaraan  antar  bangsa. Kartini kecil melihat kesenjangan antara bangsa Belanda  dan  bangsa nya Kartini yang saat itu disebutnya sebagai bangsa Jawa .   Kartini kecil, sudah berani melawan arus penjajahan dengan cara nya yang   unik, yaitu dengan pemikiran, analisa  dan keberanian untuk  mengungkapkan. Kartini belajar bahasa Belanda dari  sekolahnya di  sekolah dasar, dan kemudian ia dipingit, hanya bisa  belajar di rumah  dengan ditemani oleh kakak dan ayahnya . Sang Ayah yang  sangat  mencintai Kartini dan merasakan gejolak yang ada didalam hati  buah hati  nya membimbing Kartini dalam membaca,berdiskusi tentang  apa  saja yang  bisa dibaca dikoran maupun majalah yang dimilikinya. Ayah  Kartini,  berlangganan hampir semua majalah politik, majalah sosial  budaya,  koran2 terkemuka dan buku buku sastra berbahasa Belanda .</p>
<p>Kartini ingin menguasai bahasa Belanda seperti  bahasa nya sendiri,  bukan untuk menjadi Belanda, tetapi agar mampu  mengungkapkan apa yang  bergejolak dalam hatinya dengan tepat, agar  bangsa Belanda benar2  mengerti apa yang tidak seharusnya di lakukan di  Hindia Belanda ini.  Maka Kartini berjuang dengan cara berpikir dan adat  mereka, menggunakan  bahasa mereka,meskipun saat itu tidak  mungkin ada  kesetaraan antara  Belanda yang menjajah dan Hindia Belanda yang  dijajahnya</p>
<p>Kartini dilahirkan  pada 21 April 1879 dari ibu nya yang bernama  Ngasirah dan bapaknya  seorang  Bupati Rembang.  Kartini kecil tumbuh  menjadi anak perempuan  bangsawan yang sangat cerdas, peka terhadap  keadaan bangsanya, dan punya  keberanian untuk mengungkapkan sesuatu  yang bertentangan dengan  sekelilingnya. Sang ayah yang sangat di puja,  memberikan perhatian besar  kepada  Kartini kecil yang dicintainya.  Bukan saja kasih sayang yang  dicurahkan oleh sang ayah, tetapi  pendidikan kemandirian , pengetahuan  umum, politik dan budaya Jawa,  serta adat istiadat Jawa yang Kental, dan  di ajari bagaimana mencintai  rakyatnya. Kartini dan adik2nya,Rukmini  dan Kardinah sering di ajak  ayahnya berkeliling desa, mengunjungi  dan  memberikan bantuan kepada  rakyat jelata yang tertimpa  bencana . Dari bencana kekeringan, bencana  banjir sampai ke bencana  penyakit yang menimpa rakyat jelata.  Sejak  usia muda, Kartini mempunyai  sifat ingin tahu tentang kemajuan bangsa  lain (dibaca dari koran2) dan  kemudian membandingkan dengan apa yang  terjadi di negerinya. Dia sangat  egaliter, dia tidak suka di sebut  sebagai puteri,  “raden ajeng”, dia   tidak menghendaki  kekakuan adat  istiadat dari adik kepada dia   meskipun dia tetap sangat menghormati  kakaknya sesuai adat istiadat yang  kaku. Dia menganggap bahwa adat  istiadat menghormati yang lebih tua  adalah hak bagi yang lebih tua,  sedangkan untuk adik adik nya dia tidak  mau menggunakan hak tersebut.  Ini adalah suatu sikap kesetaraan dan  menghargai hak orang lain.  Kartini kecil yang halus budi  pekertinya,cinta kepada bangsanya,selalu  menunjukkan kemarahan dan  kesedihan melihat belenggu adat  mengurung  kebebasan kaum perempuan. Dan  dalam suratnya dia menuliskan bahwa  dia  ingin memerdekakan bangsanya sekaligus mengangkat martabat kaum   perempuan Jawa.</p>
<p>Ketika menginjak dewasa Kartini menuangkan   pemikiran2nya  dalam  surat yang dia tulis ke teman di negeri Belanda,  dengan bahasa Belanda  yang sangat bagus. Dari tulisan2 di surat nya  tersirat jelas  bahwa  Kartini memperjuangkan  “tata nilai” bagi  peradaban manusia, yaitu  Kebebasan (freedom) atau kemerdekaan adalah hak  bagi setiap manusia.  Kesadaran ini ditulis bersama adik2nya di koran2  dengan cara yang  tersamar sehingga mampu menggerakkan para pemuda yang  belajar di Stovia  untuk melakukan per gerakan. Mereka secara informal  membentuk <em>Jong  Java</em> sebagai sebuah perkumpulan. Gayung pun  bersambut. Kesadaran  kaum muda ini kemudian   matang dengan munculnya Perkumpulan Budi Utomo  pada tahun 1908. Saat  itu belum dikenal nama Indonesia, bahkan Hindia  Belanda pun baru terdiri  dari Jawa dan Madura. Namun, inilah cikal  bakal terbentuknya Negara  Indonesia yang merdeka yang diproklamirkan  BungKarno di tahun 1945.   Maka ia pantas untuk diakui sebagai seorang  pahlawan kebangkitan  nasional.</p>
<p>Dari uraian tadi jelas, mengapa Kartini yang  menjadi “Icon” sejarah  perjuangan perempuan nasional di Indonesia,  meskipun ada pejuang2  perempuan yang lain , misalnya  Dewi Sartika  mendirikan sekolah  perempuan, ada pula perempuan perkasa memimpin  pasukan untuk berperang  melawan Belanda mempertahankan  wilayahnya ,  seperti Cut Nya Din.</p>
<p>Kegelisahan Kartini  dalam kungkungan tembok penindasan kolonialisme,  imperialisme dan  feodalime membakar semangat dan membuka mata hatinya.  Ia menemukan “tata  nilai” yang harus dimiliki pejuang kemerdekaan  adalah:<em> Ketuhanan, Kebijakan, Keindahan, Kemanusiaan  dan</em> <em>Nasionalisme</em>.  Kartini merasakan  ketidak adilan, menyaksikan penindasan dan menelan  penghancuran  peradaban. Perjuangannya terus membara, disuarakan  ke  dunia melalui  pena emasnya menembus tembok yang mengurungnya, melesat  tajam merubah  paradigma  yang ada. Paradigma yang terbentuk karena  adanya si penjajah dan yang  di jajah dengan segala komplikasinya.  Semangat juang itu tidak pernah  padam sampai akhir hayatnya . Dalam  salah satu tulisannya dia menjawab  ketika ibunya mempertanyakan tentang  cita cita  Kartini, apakah tidak  terlalu tinggi untuk dicapai ? ,</p>
<p>Kartini menjawab :</p>
<p>“<em>Saya tahu jalan yang hendak saya tempuh itu  sukar, penuh duri,  onak, lubang , jalan itu berbatu batu berjendal  jendul  licin belum  dirintis. Dan walaupun saya tidak beruntung sampai  ke ujung jalan itu ,  walaupun saya akan patah ditengah jalan , saya akan  mati dengan  bahagia. Sebab jalan tersebut sudah terbuka, dan saya turut  membantu  meretas jalan yang menuju ke kebebasan dan kemerdekaan bangsa  dan  mengangkat martabat perempuan bumi putera.</em></p>
<p><em>(7 Oktober 1900) </em></p>
<p>Keinginan terhadap kebebasan dan kemandirian  yang dia rasakan  semenjak dia masih kanak2 ketika dia belum menghayati  benar apa artinya  emansipasi wanita, ternyata menjadi gelombang yang  tidak tersurutkan .  Dia pemberani yang consistent dan teguh  memperjuangkan kepentingan  bangsa, bukan kepentingan dirinya sendiri.Hal  ini di tulis di dalam  surat yang dikirimkan kepada  nyonya Ovink. Dia  bercerita tentang  dialog dg ibundanya yang tidak percaya kalau Kartini  benar2 ingin  memperjuangkan kebebasan bagi bangsa dan perempuan Hindia  Belanda:</p>
<p>“<em>Benarkah kau akan menggoncangkan dan  menghancurkan  gedung  raksasa itu nak ?“</em> Ibunya bertanya  kepada Kartini dan adik2nya,   Kartini menjawab sbb :</p>
<p><em>“Ya ibu, kami akan mengguncangnya  dengan  segala kekuatan  walaupun  yang akan runtuh hanya  satu butir batu saja   maka kami akan  merasa hidup kami tidak akan sia sia” (awal 1900,nj mce  ovink soer)</em></p>
<p>Keberanian Kartini dalam berjuang sangat  menonjol, di dalam suratnya  yang lain kepada  sahabatnya yang benama  Stella, Kartini mengatakan  :</p>
<p><em>“Stella, yang tidak berani tidak akan menang,  adalah semboyan  saya.  Maju terus, menerjang  tanpa gentar dan harus  berani menangani  semuanya, Orang2 yang berani menguasai tiga perempat  dunia”</em>.</p>
<p>Ketajaman pena Kartini terus menerus  melesat  bak anak panah   menembus tembok penindasan yang mengurungnya  menyuarakan <em>Revolusi  “Tata Nilai”</em> untuk menciptakan peradaban manusia yang  beradab di  tanah tumpah darahnya. Semangat yang lahir dari hati yang  bersih,  berani,rasa tanggung jawab terhadap kedaulatan bangsanya laksana  ombak  yang menghantam gunung karang raksasa. Kartini yakin bahwa  perjuangan  pasti ada yang meneruskannya.Sekeras2nya batu karang akan  jebol juga  dihantam ombak yang terus menerus. Tujuan Kartini hanya satu  dalam  pemikirannya yaitu meng ubah ketidak adilan penjajahan menjadi    kemerdekaan yang adil bagi bangsa nya, dan kaum  perempuannya.Namun  betapa sedih nya Kartini , orang2 bumiputera  tidak  membutuhkan  perubahan apapun, seolah sudah sangat menikmati apa yang dia  jalani  selama penjajahan ini berlangsung. Antara keputus asaan dan  kepasrahan  orang Jawa, yang menganggap nasibnya sebagai takdir dari  Tuhan yang  Maha Esa.</p>
<p>Menurut Kartini, bangsa Jawa yang seperti itu,  sedang mengalami A.  Memmi sebagai amnesia sosial, lupa jatidiri, dan  tidur berkepanjangan.  (Arbaningsih, 2005: 33). Hal ini disebabkan karena  penindasan yang  berlangsung lama oleh pemerintah kolonial. Bagaimana  caramya,  membangkitkan bangsa yang tertidur seperti itu ? Bangsa yang  merasa  wajar di dalam penderitaan penjajahan, bangsa yang pasrah dengan   takdirnya menjadi bangsa yang dijajah? Atau mereka tidak punya harapan,   sehingga tidak ber keinginan untuk meng ubah nasibnya. Kartini tidak   mempunyai apa2 , kecuali pikiran yang selama ini telah diasahnya dengan   baik. Kemudian terpikirlah di benak Kartini bahwa untuk merdeka mereka   harus mengetahui perlunya kemerdekaan. Untuk mengetahui perlunya   kemerdekaan rakyat itu perlu dicerdaskan. Maka untuk merdeka di   perlukan pendidikan  yang komplet yaitu pendidikan untuk mencerdaskan   pemikiran dan pendidikan untuk mencerdaskan budi pekerti. Pendidikan   yang hanya dipenuhi dengan pendidikan pemikiran saja, tanpa diikuti   dengan pendidikan mencerdaskan budi pekerti akan berbahaya. Hasil   pendidikan seperti itu akan menciptakan pemimpin seperti monster.  Yaitu   pemimpin yang akan menindas rakyatnya sendiri, pemimpin yang tidak   melindungi negaranya dan hasil buminya, Pemimpin yang tega menjarah   kekayaan negeri dan merampas hak2 rakyat untuk kepentingannya pribadi.   Alangkah mengerikan …………………&#8230;</p>
<p>Pendidikan yang komplit tidak hanya diperoleh  dari sekolahan saja,  tetapi juga  di peroleh dari lingkungan, terutama  keluarga, bahkan  sejak hari pertama manusia lahir, dan terlelap dalam  dekapan ibu yang  melahirkannya. Maka betapa mulianya peran seorang ibu.  Karena dari  perut seorang ibu akan melahirkan peradaban manusia .</p>
<p>Pendidikan karakter bangsa juga diperoleh dari  kelakuan  para  pemimpin. Pemimpin yang baik merupakan guru yang baik  bagi rakyatnya,  layaknya guru yang mengajar muridnya di kelas. Bila guru  kencing  berdiri  maka muridnya kencing berlari.</p>
<p>Ooh andaikan Kartini bangkit kembali, mungkin  dia akan menangisi apa  yang saat ini terjadi.</p>
<p>Enampuluh empat tahun lebih  kita memproklamirkan kemerdekaan  Indonesia , sejak th45  , namun betulkah  kita sudah merdeka atau sia  sia kah cita cita  Kartini ?  Kemerdekaan  adalah jembatan emas   kedaulatan rakyat , Kemerdekaan adalah janur  kuningnya  kesejahteraan  rakyat.</p>
<p>Pada jaman nya Kartini Jawa yang dahulu pernah  berdaulat, kemudian  mengalami  amnesia sosial, lupa jatidiri, dan tidur  berkepanjangan  karena penjajahan kolonialime Belanda (Arbaningsih,  2005: 33). Apakah  sekarang Indonesia merdeka juga pernah berdaulat, juga  sedang   mengalami  amnesia sosial? , lupa jati diri ? dan tidur  nyenyak, tidak  bisa bangun lagi ?</p>
<p>Oh, Kartini, saya ingat  kata2 Bung Karno   yang mengatakan bahwa :</p>
<p><strong>“<em>Hai Bangsa Indonesia, pada suatu saat nanti ,  kalian akan  mengalami penjajahan  berwajah baru  yang disebut   neokolonialisme, neo  imperialism, dan neoliberalisme. Kalian akan sangat  sulit menandai  mana musuh musuh mu karena mereka mempunyai kulit dan  rambut yang sama  dengan kalian“</em></strong></p>
<p>Jaman Kartini telah  berputar kembali , Indonesia yang pernah  berdaulat sekarang kembali  terjajah oleh neoliberalisme. Paham yang  kejam, karena yang kuat memakan  yang lemah, pemerintah tidak berdaya  melindungi rakyatnya sendiri yang  membutuhkan perlindungan, darah yang  menetes di jaman revolusi 45 tiada  lagi berarti. Pemimpin negeri  menjadi abdi kepentingan2 asing yang  menjarah kekayaan pertiwi.</p>
<p>Kartini, harus  bagaimana kami ?</p>
<p>Kalau engkau  bertanya berapa banyak perempuan  yang bisa mendapatkan  pendidikan setara dengan laki laki? , saya akan  menjawab  cepat :  jawabnya mudah, tidak diragukan lagi , perempuan telah  berdaya dalam  pendidikan dibandingkan dg laki laki di negeri ini.</p>
<p>Tetapi lihatlah di punggung  ibu pertiwi,  masih banyak diantara  saudara kami yang belum merdeka, mereka tertindas  oleh bangsanya  sendiri, mereka tidak berdaya melindungi dirinya sendiri  dari bencana  kemanusiaan. Lihatlah Kartini, sebagian dari mereka  berbaris rapi  membanting tulang  di negeri tetangga mencari nafkah untuk  anak dan  suaminya. Ohh….  Kartini jangan salahkan mereka, karena  di  negeri  sendiri tidak ada tempat bagi mereka untuk mencari sesuap nasi.</p>
<p>Andaikan Ibu Kartini  hadir disini, akan saya ceritakan bahwa saya  termasuk perempuan yang  beruntung karena perjuangan nya. Saya adalah  perempuan pertama yang  sempat  menjadi menteri kesehatan di Negeri yang  tercinta ini .  Sebelumnya, saya adalah dr ahli jantung, peneliti dan  dosen FKUI , yang  tiba2mendpt kabar diangkat menjadi menteri kesehatan  RI. Hal yang tidak  pernah saya bayangkan, apalagi saya cita cita kan.  Namun apa yang saya  dapatkan dari masyarakat ? Mereka tidak percaya  karena saya “perempuan”  (bukankah pekjaan menkes itu berat, apa mungkin  di jabat oleh  perempuan?, kedua karena saya seorang klinikus ,dan  ketiga saya berasal  dari suatu universitas Gajah mada.Dalam badai  ketidak percayaan dari  masyarakat, saya harus menunjukkan bahwa  perempuan bukan suatu halangan  untuk melakukan pekerjaan yang selama  ini d tangani oleh kaum laki  laki. Cemoohan dan suara miring yang tidak  mengenakkan harus saya telan,  dan hal ini bukan merupakan beban yang  bermakna bagi saya. Segera  terlihat didepan mata saya betapa rakyat  kecil dalam keadaan sakit,  begitu banyak yang tidak berdaya, saya harus  memberdayakan nya, bukankah  saya  diberi kesempatan oleh Tuhan untuk  melakukannya. Selain harus  bertahan dari badai cobaan, saya harus  segera memikirkan jaminan  kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu.</p>
<p>Kalau Kartini  mengatakan bahwa untuk Merdeka  butuh pendidikan ,saya  mengatakan untuk merdeka butuh kesehatan dan  pendidikan. Karena  hanya  dengan kesehatan yang baik pendidikan bisa  dilakukan dengan optimal,  dan tidak bisa dibayangkan bagaimana bangsa  yang sakit ingin merdeka,  kalau dia sendiri terbelenggu oleh sakitnya.</p>
<p>Tiga bulan sebelum menjadi menkes ,  Ketika  itu saya sedang  sibuk  di kantor pusat penelitian RSJHK,  sedang  merampungkan riset  multisenter tentang obat tradisional jawa (seledri  dan kumis kucing)  dalam mengobati tekanan darah tinggi. Tiba2 pintu saya  diketuk  sekaligus dibuka oleh seorang ibu yang tidak saya kenal,  langsung masuk  dalam ruangan saya. Wajahnya pucat layu tanpa make up,  berkeringat  pekat memancarkan kecemasan yang luar biasa, ditangannya  membawa  gulungan robekan tabloid yang sudah sangat lusuh . Dengan  terbata bata,  dia berkata meskipun belum sempat saya bertanya kepadanya:  “ Ibu Siti  Fadilah, saya membaca di Koran ini  yang saya temukan di  dekat sampah,  lihat lah bu disini ada tulisan: ”Siti Fadilah, dokter  Jantung yang  memikirkan rakyat kecil”. Saya   rakyat kecil bu dokter, yang sangat  membutuhkan pertolongan ibu, maka  saya mencari ibu sampai disini”.  Terkesiap darah saya mendengar  ucapannya, seperti halilintar disiang  hari yang panas menyadarkan saya  bahwa rakyat kecil tidak hanya  membutuhkan pemikiran tetapi tindakan  nyata.Siapakah yang harus  melindungi mereka yang tidak berdaya ini?.  Beberapa detik saya terpana  memandanginya setengah tidak percaya, saya  paksakan mulut saya untuk  berbicara kepadanya : “Ada kesulitan apa ibu,  sehingga membutuhkan  pertolongan saya ?” Ibu itu menjawab dengan penuh  linangan air mata : “  Ibu siti Fadilah dua hari yang lalu  saya  melahirkan di puskesmas di  sana di daerah kebayoran lama, bayi saya  perempuan bu. Saya tidak bisa  membayar ongkos persalinan, sehingga  sampai saat ini bayi itu tidak  boleh saya bawa pulang, bu…… dua hari  lagi akan diambil orang,bila  belum terbayar juga ”. Saya langsung  bertanya: berapa ongkos persalinan  yang harus ibu   bayar ? Dia menjawab : “Limaratus ribu rupiyah bu”</p>
<p>Antara kaget dan tidak percaya, benarkah ini  atau hanya menipu  ?   Bukankah Jakarta penuh dengan penipu dengan beribu  macam cara. Tetapi  dorongan nurani keibuan yang tidak mau kehilangan  bayinya, mengetuk  hati saya yang paling dalam. Akhirnya satu staf saya  mendampingi ibu  membawa uang untuk mengambil bayinya.. Berbinar wajah si  ibu yang  tadinya layu itu, mereka menuju ke puskesmas. Setelah beberapa  saat ibu  itu datang kembali, membawa bayi perempuan yang masih merah,  ibu itu  kembali untuk mengucapkan terimakasih ,dan minta ijin agar  anaknya  boleh menggunakan nama saya. Ibu itu bernama bu Ijah, suaminya   buruh  tidak tetap, dia sendiri buruh cuci pakaian.Tiga minggu kemudian ,  di  RS Islam Cempaka putih, ketika itu saya sedang bersiap2 akan membuka   praktek sore, tiba tiba datanglah  ibu muda  berjilbab yang tidak saya  kenal, datang tergopoh gopoh, tanpa  saya tahu asalnya dari mana .  Dengan sangat yakin dia mengatakan ingin  meminjam uang kepada saya tiga  ratus lima puluh ribu saja untuk  mengambil bayi yang kemarin  dilahirkan dipuskesmas  di daerah   Kemayoran, semakin lama tidak  diambil akan semakin mahal katanya.  Sejenak saya tersentak ingat dengan  si ibu  Ijah, ahh apa benar?. Saya  memberinya uang dan saya katakan ,  ambil segera putera mu, ibu itu  kembali menunjukkan bayi lelaki yang  dilahirkannya ,dia datang dengan  suaminya seorang kuli bangunan  yang  sedang bekerja di gedung Yarsi yang  sedang dibangun di seberang RS ini.  Sambil tersenyum bahagia ibu  Nasipah mengatakan Insya Allah akan   mengembalikan uang yang dipinjam  itu bila suaminya mendapat uang  (sangat optimis ?).</p>
<p>Kartini , sekali lagi , apakah benar saudara  saudara kita ini sudah  merdeka?  Mereka terbelenggu ke tidak berdayaan,  kebodohan dan  kemiskinan. Siapa yang akan mempertahankan peradaban yang  engkau cita  cita kan? Gambaran ini  baru sebagian kecil dari yang  sebenarnya  terjadi , masih banyak sekali ibu ibu harus kehilangan  anaknya karena   kemiskinannya. Tadi malam seorang ibu yang melahirkan  dengan operasi  Caesar di RS Tangerang ( Rumah Sakit milik  pemerintah) ,  bayinya  disandera RS ,karena tidak bisa membayar tiga juta rupiah. Sang  suami  tidak mampu membayar karena dia hanya seorang kuli bangunan.  Masih  bercerita tentang  seorang ibu, saya ingat, 5 th yang lalu,  ibu  Enoh  penderita jantung koroner yang harus segera di operasi, memilih    mengurbankan nyawanya karena uang  yang dimilikinya lebih baik untuk  membayar  SPP anaknya yang diterima  di universitas Gajah Mada.</p>
<p>Dengan background seperti ini maka lahirlah  Askeskin dan kemudian  menjadi Jamkesmas,dengan harapan melindungi  masyarakat miskin dari  bencana kemanusiaan dibidang kesehatan. Kebijakan  ini bukan kebijakan  yang emosional semata mata tetapi sebenarnya sesuai  dengan jelas di  UUD45. Mereka mempunyai hak untuk dilindungi dan  dilayani pemerintah.  Dengan berusaha untuk transparan dan akuntabel  serta benar benar  dirasakan rakyat ,  pada tahun 2008 program ini  berlangsung dengan  baik. Kebijakan ini tidak bisa berdiri sendiri,  kecuali diikuti dengan  kebijakan 2 yang pro rakyat bersama sama, antara  lain memastikan bahwa  RS pemerintah tidak boleh diprivatisasi sehingga  status RS pemerintah  menjadi RS untuk melayani rakyat (BLU), harga obat  yang dibutuhkan oleh  masyarakat banyak harus diatur oleh  pemerintah.  Menurut saya  pelayanan kesehatan tidak lah bijak bila  diserahkan kepada pasar bebas.</p>
<p>Kita semua melihat dan merasakan ketidak  adilan menggurita bangsa  ini dalam kurun waktu yang lama. Makna  kemerdekaan bangsa ini kabur,  tata nilai yang di perjuangkan sirna.   Harapan agar bangsa ini  mempunyai jati diri menjadi sia sia. Kedaulatan   dalam berpolitik  sebagai Negara yang bebas dan aktif terpaksa  dikalahkan oleh  kepentingan2  tertentu dan saat tertentu. Kemandirian  mengembangkan  perekonomian  rakyat  jauh dari kenyataan. Negara kita  yang  merupakan  pasar potensial nomor empat di dunia membuat   kepentingan asing  berlomba untuk menguasainya.</p>
<p>Kegotong royongan telah berubah menjadi  individualistis .Keadilan  dalam pendidikan sebagai salah satu upaya  mencerdaskan bangsa  diserahkan kepada pasar bebas dengan otonomi nya.   Ciri-  neoliberalisasi dalam pendidikan  menjadi kebanggaan , yaitu<strong><em>meritokrasi</em></strong> ( Sejumlah kecil  murid2 yang pandai medapat medali olimpiade keilmuan   internasional,  tetapi puluhan juta anak bangsa menangis tidak  mendapatkan haknya   meskipun minimal, dalam dunia pendidikan).</p>
<p>Sistem Neoliberalisasi dengan kejam menggilas  tuntas peradaban  bangsa yang mempunyai cita cita luhur ini .Kebijakan2  dibidang  kesehatan yang saya buat untuk mengembalikan hak2  konstitusional rakyat  kecil, diartikan sebagai kebijakan yang melawan  arus sistem  neoliberalisasi yang berlangsung di negeri ini. Namun saya  tidak gentar  ,bukan hanya didalam negeri saya berjuang melawan ketidak  adilan  terhadap kemanusiaan. Di dunia internasional pun perlawanan  terhadap  penindasan kami teruskan. Penindasan yang berlindung di  WHO   suatu  organisasi global, yang seharusnya melindungi bangsa2 di dunia  dari  bencana kesehatan.  Namun ternyata WHO  memberlakukan mekanisme  yang   tidak adil  bahkan  sangat kolonialistik  terhadap  Negara     ketiga  selama 60  tahun. Akibatnya  gap antara Negara lemah dan Negara maju  semakin  besar, Negara miskin terancam wabah, dan Negara kaya yang  menuai  keuntungan karena perdagangan obat2annya. Saya tidak bisa diam,  dan  perjuangan itu di mulai dan berachir dengan kemenangan mengganti   mekanisme lama yang kolonialistik  menjadi mekanisme  yang  yang adil   transparant dan setara sesuai dengan Panca sila pada akhir 2007.   Kemenangan yang gemilang dibungkam, tidak  di beritakan di media didalam   negeri.   Cerita kemenangan itu saya tulis menjadi buku. Setelah  buku   dI launching, media pun tetap tidak memberitakannya. Tiga minggu   kemudian , seorang Journalist dari Sidney herald Tribune mem blow Up   bahwa isi buku itu, sebagai perlawanan terhadap  hegemony Negara   Adidaya, sehingga  menghebohkan dunia. Akhirnya dunia mendengar seruan   saya dan perubahan pun terlaksana meski belum sempurna.</p>
<p>Saya merasa bahagia karena jalan sudah  saya  buka, pasti ada yang  meneruskan nya.  Kewajiban saya hanyalah berjuang  untuk keadilan dan  kemanusiaan, soal berhasil atau tidak ,adalah urusan  Tuhan.</p>
<p>Sekarang saya bisa merasakan kegelisahan  Kartini, yang ingin  memperbaiki nasib bangsanya.</p>
<p>Dia menggunakan pena emasnya, melakukan <strong><em>revolusi kebudayaan,</em></strong> meng ubah mind set  bumiputera yang tadinya pasrah menyerah dalam  keadaan terjajah menjadi  mind set yang memberontak untuk mendapatkan  kemerdekaannya. Saya ingin  spirit Kartini itu hadir kembali saat ini.  Wahai bangsa Indonesia,  bangun  dari tidurmu yang berkepanjangan, mari  bersama sama kita  melakukan Revolusi  budaya, agar bangsa ini benar  benar merdeka .</p>
<p>Ingat para perempuan!  “Kartini” bukan hanya  perempuan sukses yang  menempati jabatan penting , Kartini bukan hanya  perempuan pengusaha  sukses yang kaya raya, Kartini bukan hanya perempuan  ilmuwan dengan  title segudang. Tetapi  Kartini adalah perempuan yang  mempunyai  kemampuan dan  kemauan   merubah nasib bangsanya dari ke  terjajahan  menjadi merdeka.</p>
<p>Marilah kita menjadi Kartini masa kini . Mari  kita  kembalikan  kemerdekaan bangsa ini pada rel yang sesuai dengan cita  cita founder  father kita ketika merdeka.</p>
<p>Pada kesempatan yang baik ini, tidak lah salah  bila saya ingatkan  kembali cita cita kita bersama untuk bernegara,  yang  ter inspirasi  dari  pemikiran Kartini masa lalu, adalah :  melindungi segenap bangsa  dan tumpah darah Indonesia, memajukan  kesejahteraan umum, mencerdaskan  bangsa dan Ikut melaksanakan ketertiban  dunia berdasarkan  kemerdekaan,perdamaian abadi, dan keadilan</p>
<p>Demikianlah sambutan saya pada acara ini  ,mudah2an berguna untuk  bangsa kita tercinta yang sedang sakit .  Meskipun demikian kita harus  tetap survive dan rebut kembali kedaulatan  rakyat, sehingga kita  berdaulat dalam berpolitik, berdaulat  dalam  memutar roda ekonomi  rakyat , berdaulat dalam ber sosial dan ber budaya  Indonesia. Yang  mmenjadi harapan  adalah  bukan kedaulatan pasar,  bukan  kedaulatan  markus,  bukan kedaulatan mafia-hukum, bukan kedaulatan  renten</p>
<p><em>Siti  Fadilah Supari (Dewan  Pertimbangan Presiden, Menteri  Kesehatan RI 2004-2009, Ketua Dewan  Pembina Dewan Kesehatan Rakyat).<br />
</em></p>
<p><em>Dibacakan dalam Orasi Kebudayaan  Lingkar  Budaya Indonesia Taman  Ismail Marzuki,  28 April 2010</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/presidenkita.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/presidenkita.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/presidenkita.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/presidenkita.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/presidenkita.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/presidenkita.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/presidenkita.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/presidenkita.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/presidenkita.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/presidenkita.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/presidenkita.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/presidenkita.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/presidenkita.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/presidenkita.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=111&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://presidenkita.wordpress.com/2010/05/01/siti-fadilah-supari-%e2%80%9crevolusi-kebudayaan-dalam-pemikiran-kartini%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9c66ea21e1dab7282225ac1f2c8efe2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sroestam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapakah Ketua Umum KADIN 2010-2014 pilihan Anda?</title>
		<link>http://presidenkita.wordpress.com/2010/04/22/siapakah-ketua-umum-kadin-2010-2014-pilihan-anda/</link>
		<comments>http://presidenkita.wordpress.com/2010/04/22/siapakah-ketua-umum-kadin-2010-2014-pilihan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 08:40:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sroestam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemilihan Ketua Umum KADIN]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum KADIN 2010-2014]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://presidenkita.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Ketua Umum Kadin periode 2009-2013 saat ini adalah Bapak Moh. S Hidayat yang telah diangkat sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid-II oleh Bapak Presiden SBY. Oleh karena itu dalam waktu dekat KADIN Indonesia akan menyelenggarakan Munas Luar Biasa untuk memilih Ketua Umum yang baru. Siapakah calon Ketua Umum KADIN baru yang Anda unggulkan? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=88&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketua Umum Kadin periode 2009-2013 saat ini adalah Bapak Moh. S Hidayat yang telah diangkat sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid-II oleh Bapak Presiden SBY.</p>
<p>Oleh karena itu dalam waktu dekat KADIN Indonesia akan menyelenggarakan Munas Luar Biasa untuk memilih Ketua Umum yang baru.</p>
<p>Siapakah calon Ketua Umum KADIN baru yang Anda unggulkan?</p>
<p>	<a href="http://answers.polldaddy.com/poll/3092084/">Siapakah Ketua Umum Kadin 2010-2015 pilihan Anda?</a><span style="font-size:9px;"><a href="http://polldaddy.com/features-surveys/">Market Research</a></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/presidenkita.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/presidenkita.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/presidenkita.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/presidenkita.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/presidenkita.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/presidenkita.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/presidenkita.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/presidenkita.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/presidenkita.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/presidenkita.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/presidenkita.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/presidenkita.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/presidenkita.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/presidenkita.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=88&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://presidenkita.wordpress.com/2010/04/22/siapakah-ketua-umum-kadin-2010-2014-pilihan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9c66ea21e1dab7282225ac1f2c8efe2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sroestam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tragedi Tanjung Priok Jilid-II, Perlu belajar dari Pengalaman</title>
		<link>http://presidenkita.wordpress.com/2010/04/16/tragedi-tanjung-priok-jilid-ii-perle-belajar-dari-pengalaman/</link>
		<comments>http://presidenkita.wordpress.com/2010/04/16/tragedi-tanjung-priok-jilid-ii-perle-belajar-dari-pengalaman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 23:39:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sroestam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tragedi Priok Jilid-II]]></category>
		<category><![CDATA[kesewenag-wenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perlu belajar dari pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Priok-II]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://presidenkita.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan info dari TV, ternyata Pemda bertepul sebelah tangan. Ruilslag tanah makam Mbah Priok hanya melibatkan Pemda DKI dengan Pelindo-II, tanpa sepengetahuan pihak Ahli Waris Mbah Priok. Pengacara Ahli Waris berkali-kali ingin ketemu dgn Walikota sampai dengan 3-hari sebelum kejadian tetapi tidak pernah digubris. Mereka masih memiliki surat2 kepemilikan tanah asli dari zaman Hindia Belanda, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=78&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berdasarkan info dari TV, ternyata Pemda bertepul sebelah tangan.<br />
Ruilslag tanah makam Mbah Priok hanya melibatkan Pemda DKI dengan Pelindo-II, tanpa sepengetahuan pihak Ahli Waris Mbah Priok.</p>
<p>Pengacara Ahli Waris berkali-kali ingin ketemu dgn Walikota sampai dengan 3-hari sebelum kejadian tetapi tidak pernah digubris. Mereka masih memiliki surat2 kepemilikan tanah asli dari zaman Hindia Belanda, bukan surat2 yg diterbitkan oleh BPN.</p>
<p>Jadi secara hukum sengketa ini belum berakhir, tetapi Pemda DKI<br />
bertindak sewenang-wenang, mengerahkan Satpol PP yg digaji dari cucuran keringat Rakyat untuk menindas Rakyat. DPRD DKI belum pernah diajak bicara.</p>
<p>Rencana Pemda DKI/Satpol PP adalah menggusur seluruh kompleks Makam Mbah Priok dengan dalih sudah diruilslah dgn tempat makam lain, dan hanya akan mensisakan tanah sekitar 100 m2 untuk monumen bekas makam Mbah Priok yang nantinya akan terkurung oleh kompleks Terminal Peti Kemas Pelindo-II. Masyarakat hanya diberi jalan masuk yg dijaga Pelindo.<br />
Tempat ritual agama hanya diganti dgn sebuah monumen, apakah ini sama?</p>
<p>Apa hasilnya? 130 orang terluka, 3 orang SatPol PP meninggal dunia secara sia-sia.</p>
<p>Pemda DKI menyesal, Pelindo-II menyesal, semuanya menyesalkan atas kejadian ini. Mereka akhirnya bersedia berunding yang menghasilkan kesepakatan bersama, agar Makam Mbah Priok tidak digusur, namun diperbaiki, dibangun pula tempat bagi masyarakat untuk berziarak dan berzikir, dibuatkan terowongan untuk masuk ke kompleks makam agar tidak mengganggu lalulintas peti kemas.</p>
<p>Mengapa tidak sejak dahulu hal ini dilaksanakan secara baik-baik,bukan dengan menunggu sampai korban-korban berjatuhan?</p>
<p>Kita perlu belajar dari pengalaman masa laul, penguaasa tidak boleh arogan dan agar mendengarkan suara masyarakat luas sebelum bertindak!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/presidenkita.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/presidenkita.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/presidenkita.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/presidenkita.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/presidenkita.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/presidenkita.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/presidenkita.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/presidenkita.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/presidenkita.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/presidenkita.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/presidenkita.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/presidenkita.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/presidenkita.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/presidenkita.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=78&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://presidenkita.wordpress.com/2010/04/16/tragedi-tanjung-priok-jilid-ii-perle-belajar-dari-pengalaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9c66ea21e1dab7282225ac1f2c8efe2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sroestam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanda-tanda Zaman: Sikon untuk munculnya Sang Satria Piningit dengan Senjata Pamungkas Trisula Weda (=benar, lurus, jujur)</title>
		<link>http://presidenkita.wordpress.com/2010/04/13/tanda-tanda-zaman-sikon-untuk-munclnya-sang-satria-piningit-dengan-senjata-pamungka-trisula-weda-benar-lurus-jujur/</link>
		<comments>http://presidenkita.wordpress.com/2010/04/13/tanda-tanda-zaman-sikon-untuk-munclnya-sang-satria-piningit-dengan-senjata-pamungka-trisula-weda-benar-lurus-jujur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 01:31:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sroestam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanda-tanda Zaman Kalabendu]]></category>
		<category><![CDATA[Munculnya Satria Piningit]]></category>
		<category><![CDATA[Tanda-tanda Zaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://presidenkita.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Prabu Jayabaya yang hidup sekitar 1700  tahun y.l. yang arif dan bijaksana mempunyai visi yang jauh ke depan. Melalui syair-syair yang universal dan abadi sifatnya, beliau memberikan tanda-tanda zaman untuk munculnya Sang Satria Piningit dengan senjata pamungkas Trisula Weda (benar, lurus, jujur) yang akan menjadikan tanah Jawa (sekarang: Nusantara Indonesia) menjadi Negeri yang Aman Sentosa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=71&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Prabu Jayabaya yang hidup sekitar 1700  tahun y.l. yang arif dan bijaksana mempunyai visi yang jauh ke depan. Melalui syair-syair yang universal dan abadi sifatnya, beliau memberikan tanda-tanda zaman untuk munculnya Sang Satria Piningit dengan senjata pamungkas Trisula Weda (benar, lurus, jujur) yang akan menjadikan tanah Jawa (sekarang: Nusantara Indonesia) menjadi <strong>Negeri yang Aman Sentosa, Adil Makmur, Gemah Ripah Loh Jinawi bagi segenap Bangsa Indonesia. </strong>Berikut ini adalah potongan syair-syair itu:</p>
<p>Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.<br />
Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.<br />
One day there will be a cart without a horse.</p>
<p>Tanah Jawa kalungan wesi.<br />
Tanah Jawa berkalung besi.<br />
The island of Java will wear a necklace of iron.</p>
<p>Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.<br />
Perahu berlayar di ruang angkasa.<br />
There will be a boat flying in the sky.</p>
<p>Kali ilang kedhunge.<br />
Sungai kehilangan lubuk.<br />
The river will loose its current.</p>
<p>Pasar ilang kumandhang.<br />
Pasar kehilangan suara.<br />
There will be markets without crowds.</p>
<p>Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.<br />
Itulah pertanda jaman Jayabaya telah mendekat.<br />
These are the signs that the Jayabaya era is coming.</p>
<p>Bumi saya suwe saya mengkeret.<br />
Bumi semakin lama semakin mengerut.<br />
The earth will shrink.</p>
<p>Sekilan bumi dipajeki.<br />
Sejengkal tanah dikenai pajak.<br />
Every inch of land will be taxed.</p>
<p>Jaran doyan mangan sambel.<br />
Kuda suka makan sambal.<br />
Horses will devour chili sauce.</p>
<p>Wong wadon nganggo pakeyan lanang.<br />
Orang perempuan berpakaian lelaki.<br />
Women will dress in men’s clothes.</p>
<p>Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.<br />
Itu pertanda orang akan mengalami jaman berbolak-balik.<br />
These are signs that the people is facing the era of turning upside down.</p>
<p>Akeh janji ora ditetepi.<br />
Banyak janji tidak ditepati.<br />
Many promises unkept.</p>
<p>Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe.<br />
Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.<br />
Many break their oath.</p>
<p>Manungsa padha seneng nyalah.<br />
Orang-orang saling lempar kesalahan.<br />
People will tend to blame on each other.</p>
<p>Ora ngendahake hukum Allah.<br />
Tak peduli akan hukum Allah.<br />
They will ignore God’s law.</p>
<p>Barang jahat diangkat-angkat.<br />
Yang jahat dijunjung-junjung.<br />
Evil things will be lifted up.</p>
<p>Barang suci dibenci.<br />
Yang suci (justru) dibenci.<br />
Holy things will be despised.</p>
<p>Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit.<br />
Banyak orang hanya mementingkan uang.<br />
Many people will become fixated on money.</p>
<p>Lali kamanungsan.<br />
Lupa jati kemanusiaan.<br />
Ignoring humanity.</p>
<p>Lali kabecikan.<br />
Lupa hikmah kebaikan.<br />
Forgetting kindness.</p>
<p>Lali sanak lali kadang.<br />
Lupa sanak lupa saudara.<br />
Abandoning their families.</p>
<p>Akeh bapa lali anak.<br />
Banyak ayah lupa anak.<br />
Fathers will abandon their children.</p>
<p>Akeh anak wani nglawan ibu.<br />
Banyak anak berani melawan ibu.<br />
Children will be disrespectful to their mothers.</p>
<p>Nantang bapa.<br />
Menantang ayah.<br />
And battle against their fathers.</p>
<p>Sedulur padha cidra.<br />
Saudara dan saudara saling khianat.<br />
Siblings will collide violently.</p>
<p>Kulawarga padha curiga.<br />
Keluarga saling curiga.<br />
Family members will be suspicious of each other.</p>
<p>Kanca dadi mungsuh.<br />
Kawan menjadi lawan.<br />
Friends become enemies.</p>
<p>Akeh manungsa lali asale.<br />
Banyak orang lupa asal-usul.<br />
People will forget their roots.</p>
<p>Ukuman Ratu ora adil.<br />
Hukuman Raja tidak adil<br />
The ruler’s judgments will be unjust.</p>
<p>Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.<br />
Banyak pembesar jahat dan ganjil<br />
There will be many peculiar and evil leaders.</p>
<p>Akeh kelakuan sing ganjil.<br />
Banyak ulah-tabiat ganjil<br />
Many will behave strangely.</p>
<p>Wong apik-apik padha kapencil.<br />
Orang yang baik justru tersisih.<br />
Good people will be isolated.</p>
<p>Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin.<br />
Banyak orang kerja halal justru malu.<br />
Many people will be too embarrassed to do the right things.</p>
<p>Luwih utama ngapusi.<br />
Lebih mengutamakan menipu.<br />
Choosing falsehood instead.</p>
<p>Wegah nyambut gawe.<br />
Malas menunaikan kerja.<br />
Many will be lazy to work.</p>
<p>Kepingin urip mewah.<br />
Inginnya hidup mewah.<br />
Seduced by luxury.</p>
<p>Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.<br />
Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.<br />
They will take the easy path of crime and deceit.</p>
<p>Wong bener thenger-thenger.<br />
Si benar termangu-mangu.<br />
The honest will be confused.</p>
<p>Wong salah bungah.<br />
Si salah gembira ria.<br />
The wrong doers will be very happy.</p>
<p>Sudah cocokkah tanda-tanda zaman itu dengan sikon masa kini&#8230;?</p>
<p>Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/presidenkita.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/presidenkita.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/presidenkita.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/presidenkita.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/presidenkita.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/presidenkita.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/presidenkita.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/presidenkita.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/presidenkita.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/presidenkita.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/presidenkita.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/presidenkita.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/presidenkita.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/presidenkita.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=71&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://presidenkita.wordpress.com/2010/04/13/tanda-tanda-zaman-sikon-untuk-munclnya-sang-satria-piningit-dengan-senjata-pamungka-trisula-weda-benar-lurus-jujur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9c66ea21e1dab7282225ac1f2c8efe2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sroestam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Leadership: Artis dan Selebrities rame2 ingin jadi Kepala Daerah. Apa yang mereka cari?</title>
		<link>http://presidenkita.wordpress.com/2010/04/11/leadership-artis-dan-selebrities-rame2-ingin-jadi-kepala-daerah-apa-yang-mereka-cari/</link>
		<comments>http://presidenkita.wordpress.com/2010/04/11/leadership-artis-dan-selebrities-rame2-ingin-jadi-kepala-daerah-apa-yang-mereka-cari/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 15:38:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sroestam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Artis dan Selebrities]]></category>
		<category><![CDATA[Rame2 jadi Gubernur dan Bupati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://presidenkita.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Untuk menjadi seorang artis atau selebriti yang populer dan disenangi masyarakat merupakan sebuah prestasi yang tidak gampang untuk diraih. Bandingkan dengan mudahnya ribuan atau jutaan orang yang dapat meraih sukses pendidikan S1 dalam waktu singkat, sedangkan untuk menjadi artis atau selebriti yang populer memerlukan perjuangan yang berat dan waktu yang lama serta hanya segelintir yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=65&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk menjadi seorang artis atau selebriti yang populer dan disenangi masyarakat merupakan sebuah prestasi yang tidak gampang untuk diraih. Bandingkan dengan mudahnya ribuan atau jutaan orang yang dapat meraih sukses pendidikan S1 dalam waktu singkat, sedangkan untuk menjadi artis atau selebriti yang populer memerlukan perjuangan yang berat dan waktu yang lama serta hanya segelintir yang berhasil sukses.</p>
<p>Mengapa sekarang banyak sekali para artis dan selebrities berbondong-bondong tertarik untuk mendaftarkan dirinya sebagai Calon Kepala Daerah atau Waklinya (Gubernur dan Bupati)? Apakah mereka ini tergiur oleh kehormatan dan pujian rakyat wilayahnya bilamana mereka terpilih? Ataukah karena berdasarkan pengalaman sukses beberata artis dan selebrities sebelumnya seperti Dede Yusuf dan Rano Karno? Ataukah juga melihat penghasilan &#8220;take-home-pay&#8221; para Gubernur dan Bupati yang cukup besar per bulan, walaupun biaya kampanye untuk dapat sukses terpilih bisa mencapai sekitar Rp 100 Milyar untuk Gubernur dan sekitar RP 10 Milyar untuk Bupati?</p>
<p>Minggu lalu di TV-One Bapak <strong>Mendagri Gamawan Fauzi </strong>membenarkan perkiraan biaya kampanye dan Tim Sukses tersebut diatas, sekaligus juga menyatakan bahwa gaji resmi Gubernur sekitar Rp 8,7 juta sedangkan Bupati Rp 6,5 juta diluar tunjangan lain-lain dan fasilitas rumah, mobil, dll.</p>
<p>Bapak Mendagri juga menjelaskan bahwa untuk menjadi calon Kepala daerah, diperlukan 16 persyaratan sesuai Undang-undang, beberapa diantaranya yang penting adalah: <strong>memiliki dukungan masyarakat yang cukup, pendidikan yang sesuai, memiliki pengalaman dalam memimpin atau menjabat di pemerintahan, dan memiliki akhlak yang baik dan terpuji.</strong></p>
<p>Ketika para artis dan selebritis ditanya apakah mereka menyediakan dana kampanye milyardan rupiah seperti diatas, mereka secara kompak menjawab bahwa mereka tidak menyediakan dana sepeserpun, sebab biaya kampanye dan Tim Sukses mereka semuanya ditanggung oleh para sponsor yaitu kelompok masyarakat atau para Parpol pendukung mereka. Kalau ini dianggap sebagai Investasi, lalu bagaimanakah para sponsor ini mendapat kembali uang mereka setelah calon mereka terpilih? Ini sebuah permasalah yang pelik yang diakui baik oleh <strong>Mendagri maupun bapak Riyaas Rasyid</strong>, pencipta Undang-undang <strong>Otonomi Daerah</strong>. Salah satunya adalah dengan mengurangi secara drastis biaya kampanye untuk menjadi Kepala Daerah, sebab saat ini untuk menjadi calon Bupati saja, mereka diharuskan membiayai 1000 TPS beserta biaya penyelenggaraan pilkada-nya serta ongkos kampanye, spanduk, media TV dan Radio, dll.</p>
<p>Mengapa para artis dan selebrities ini begitu konfiden untuk berhasil dalam Pilkada di wilayah masing-masing? Beberapa jawaban yang disampiakan oleh mereka ketika di-interview oleh TV-One adalah sbb:</p>
<p><strong>Helmi Yahya</strong> &#8211; calon Bupati Ogan Komering Hilir: Ia kalah tipis di Pilkada Gubernur Lampung, dan kali ini Ia sangat pasti akan memenangkan persaingan Bupati OKH, sebab Ia dilahirkan dan pernah tinggal diwilayah itu serta mendapat dukungan kuat masyarakatnya. Saat ini Ia juga menjabat sebagai Wakil Sekjen PAN.</p>
<p><strong>Emilia Contessa</strong> &#8211; calon Bupati Banyuwangi: Ia dilahirkan dan tinggal di wilayah itu, serta sudah 5-tahun aktif di organisasi politik dan sudah meninggalkan profesi penyanyi-nya. Ia yakin bahwa dengan tangan yang bersih, jujur, tulus dan ikhlas Ia pasti sukses dalam memimpin wilayah itu.</p>
<p><strong>Yulia Perez (JuPe atau nama aslinya Julia Rahmawati) </strong>- calon Wakil Bupati Pacitan: Walaupun Ia populer sebagai artis dengan predikat panas, namun Ia dengan kesungguhan hati akan merubah penampilannya yang sopan selama 5-tahun kedepan sebagai layaknya seorang Kepala Daerah. Ia sangat yakin akan dapat menampilkan dirinya sebagai seorang Pemimpin yang cerdas, memajukan budaya, agama dan perekonomian wilayah itu. Terkait dengan masa lalunya, Ia dengan terus-terang dan diplomatis mengibaratkan bahwa lebih baik menjadi seorang mantan wanita &#8220;nakal&#8221; dari pada menjadi seorang mantan wanita baik-baik&#8230;</p>
<p>Kita doakan semoga ketiga calon Kepala daerah yang berasal dari artis/selebrities itu sukses dalam Pilkada yang akan segera digelar beberapa bulan mendatang, sebab mereka terlihat tulus dan iklas mengorbankan  segala kenikmatan dan kegemerlapan artis/selebrities mereka untuk membangun wilayah yang akan mereka pimpin.</p>
<p>Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/presidenkita.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/presidenkita.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/presidenkita.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/presidenkita.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/presidenkita.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/presidenkita.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/presidenkita.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/presidenkita.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/presidenkita.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/presidenkita.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/presidenkita.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/presidenkita.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/presidenkita.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/presidenkita.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=presidenkita.wordpress.com&amp;blog=2560323&amp;post=65&amp;subd=presidenkita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://presidenkita.wordpress.com/2010/04/11/leadership-artis-dan-selebrities-rame2-ingin-jadi-kepala-daerah-apa-yang-mereka-cari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9c66ea21e1dab7282225ac1f2c8efe2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sroestam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
