Feeds:
Tulisan
Komentar
Rod Blagojevich dan Istri
Rod Blagojevich dan Istri

Gubernur Negara Bagian Illinois, USA, Rod R. Blagojevich kemarin ditangkap Polisi Federal USA karena terindikasi melakukan transaksi tawar-menawar jabatan Senator yang ditinggalkan oleh Barrack Obama, setelah Barrack terpilih sebagai President-Elect USA yang akan dilantik tanggal 20 Januari 2009. Rod Blagojevich dibebaskan sementara dengan membayar jaminan US$4.500,-

Penawaran sesuatu jabatan di Pemerintahan maupun perusahaan adalah suatu hal yang wajar bila tidak disertai dengan permintaan untuk membayar sejumlah uang tertentu sebagai imbalan atas penunjukan jabatan tersebut. Pihak Polisi AS telah lama menerima informasi tentang tingkah-laku Gobernur Illinois yang tidak terpuji ini, karena terekam melalukan pembicaraan via telpon dengan berbagai calon pengganti Senator Barrack Obama yang mewakili Negara Bagian Illinois.

Dengan kewenangannya menawarkan jabatan Senator itu, maka Rod Blagojevich mencoba mencari keuntungan materiil yang tidak sedikit, yaitu minta imbalan jutaan Dollar AS. Akibat ulahnya itu, Partai Demokrat AS tercoreng namanya, sebab Gubernur Illinois itu juga berasal dari Partai Demokrat. Presiden-Elect Barrack Obama telah meminta Gubernur Illinois untuk mundur dari jabatan Gubernur Illinois, namun si Gubernur tetap menolak dan mau menghadapi tuntutan hukum atas perbuatannya.

Menurut beberapa ahli hukum AS, kecil kemungkinannya Gubernur Illinois akan memenangkan perkara, sebab ada banyak bukti2 kuat berbagai pembaicaraannya yang sudah terekam untuk minta imbalan atas usul penunjukan seseorang yang akan mengganti Barrack Obama, sebab di AS juga sudah ada UU ITE dan penyadapan terhadap pembicaraan orang-orang yang dicurigai oleh polisi.

Namun ada sebagian ahli hukum AS yang mengatakan bahwa, walaupun Rod Blagojevich terekam membicarakan jual-beli jabatan Senator, Ia belum terbukti menerima uang, sebab hal itu baru pada tahap tawar-menawar. Jadi ada kemungkinan Ia bisa lolos dari jerat hukum. Mari kita ikuti berita kelanjutan perkara ini.

Kasus Makelar Jabatan di Senat AS ini menjadi menarik untuk dipelajari, mengingat Indonesia sedang menuju ke Pemilu dan Pilpres 2009, dimana pasti akan terjadi pula tawar-menawar jabatan di Pemerintahan dan BUMN bagi para pendukung Partai-partai tertentu dengan atau tanpa imbalan apa-apa, misalnya orang itu dipilih karena kemampuan professionalisme.

Bila dalam penunjukan jabatan strategis itu ada imbalan uang atau janji untuk memberikan kemudahan atau fasilitas tertentu yang yang menjadi kewenangan jabatan Strategis itu, apakah ini merupakan pelanggaran hukum Indonesia atau tidak?

Silahkan ditanggapi.

Presiden Venezuela Hugo Rafael Chavez pada hari Senin, 18 Agustus 2008 telah melakukan Nasionalisasi Perusahaan Semen Mexico di Venezuela, yaitu CEMEX secara paksa setelah berbulan-bulan gagal melakukan pengambilan alihan perusahaan itu melalui jalan negosiasi. Pemerintah menempatkan tentara di komplex pabrik semen tersebut untuk menjaga keamanan pabrik dan keberlangsungan operasional.

Presiden Hugo Chavez

Presiden Hugo Chavez

Langkah Presiden Hugo Chavez ini menarik sekali untuk dipelajari, sebab ada kemiripan antara Venezuela dan Indonesia, yaitu sama-sama negara berkembang dan penghasil besar minyak bumi serta sumber-sumber daya alam lainnya. Langkah Presiden Hugo Chavez me-nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing di Venezuela dilakukannya setelah melihat kemiskinan dinegerinya berlanjut, walaupun banyak perusahaan asing beroperasi di Venezuela.

Sejarah turun-naiknya sebagai Presiden:

Hugo Rafael Chávez Frías yang lahir pada tanggal 28 Juli 1954 adalah Presiden Venezuela saat ini. Sebagai pimpinan Revolusi Bolivar, Chávez mempromotori visi demokrasi sosialis,[1] integrasi Amerika Latin, dan anti-imperialisme. Ia juga tajam mengkritik globalisasi neoliberal dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.[2]

Ia adalah presiden sejak tahun 1998. Dia adalah putra seorang guru dan lulusan Akademi Militer. Chavez meraih gelar insinyur tahun 1975 dan ia penggemar berat olahraga bisbol.

Setelah terpilih sebagai presiden tahun 1998, ia berkali-kali mengalami guncangan pemerintahan. Ia diancam dibunuh (2000). Tetapi, ia mendapatkan mandat enam tahun masa jabatan pada tahun tersebut guna melakukan reformasi politik.

Pada 14 November 2001, Presiden Hugo Chavez mengumumkan serangkaian tindakan yang bertujuan merangsang pertumbuhan ekonomi termasuk di antaranya mengundangkan Undang-undang Reformasi kepemilikan tanah yang menetapkan bagaimana pemerintah bisa mengambil alih lahan-lahan tidur, tanah milik swasta, serta mengundangkan Undang-undang Hidrokarbon yang menjanjikan royalti fleksibel bagi perusahaan-perusahaan yang mengiperasikan tambang minyak milik pemerintah.

Kebijakan ekonomi yang dinilai kontroversial terutama menyangkut Undang-undang Reformasi kepemilikan tanah, di antaranya memberi kekuasaan pada pemerintah untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan real estate yang luas dan tanah-tanah pertanian yang dianggap kurang produktif mengundang protes jutaan orang di ibukota, Caracas (11 Desember 2001). Selain, mata uang Bolivar jatuh terpuruk 25% terhadap dolar AS setelah pemerintah menghapuskan kontrol terhadap nilai tukar uang yang sudah dipertahankan lima tahun.

Bulan April 2002, sekitar 150.000 orang berunjuk rasa, yang dipelopori oleh Carlos Ortega dan Pedro Carmona, yang bertujuan untuk mendukung pemogokan dan protes minyak. Sementara pada waktu yang hampir bersamaan, ribuan pendukung Chavez berada di sekitar istana, menunjukkan kesetiaan mereka pada presiden yang terpilih dengan demokratis tersebut.

Secara sepihak, pihak oposisi yang melancarkan demo pemogokan tersebut tiba-tiba merubah rute yang sudah ditentukan, berputar ke arah istana sehingga kekhawatiran akan terjadinya bentrokan memacu protes dari walikota Caracas pada Carlos Ortega sebagai orang yang dianggap bertanggung-jawab pada demonstran yang dibawanya.

Bentrokan pun terjadi diantara dua massa besar tersebut, yang dicoba lerai oleh pihak keamanan. Namun di tengah bentrokan, suara-suara tembakan terdengar. Jelas sekali di kemudian hari, dari hasil dokumentasi dan pengumpulan informasi, diketahui ada penembak gelap yang bersembunyi.

Pada saat tersebut, nyaris dari 25% penduduk Venezuela memiliki pistol. Tidak terkecuali dengan mereka yang berada dalam demonstrasi besar tersebut. Tembakan-tembakan pun diarahkan, baik oleh pendukung Chavez maupun pihak oposisi yang tidak tahu apa-apa, ke arah tembakan dari penembak gelap. Namun dalam tayangan yang ditampilkan oleh televisi swasta yang sebagian besar dimiliki oleh pihak yang beroposisi pada Chavez, dikesankan seakan penembakan dilakukan oleh pendukung Chavez dengan brutal pada pihak demonstran oposisi.

Kejadian itu menelan korban 10 orang tewas dan 110 lainnya cedera. Presiden Chavez bukannya melarang aksi-aksi kekerasan tersebut diliput televisi, bahkan aksi-aksi tersebut dibesar-besarkan oleh pihak media yang anti dengan Chavez sebagai kesalahan dan tanggung-jawab Chavez. Meskipun pada kenyataannya mereka menyembunyikan fakta bahwa baik pendukung Chavez maupun oposisi, pada saat tersebut sama-sama menjadi sasaran penembak gelap. Pada saat itu, para perwira militer pembangkang mengharapkan Chavez mengundurkan diri.

Presiden Hugo Chavez mengundurkan diri di bawah tekanan pemimpin-pemimpin militer Venezuela pada pagi-pagi di hari Jumat waktu setempat tanggal 12 April 2002. Kudeta dramatis yang dilakukan militer terhadap presiden mengembangkan situasi dilematis. Beberapa jam setelah Chavez mundur, Pedro Carmona diangkat sebagai presiden sementara (interim). Tetapi, Jaksa Agung Venezuela (Isaias Rodriguez) menyatakan bahwa penunjukan presiden interim Pedro Carmona adalah inskontitusional dan menandaskan bahwa Presiden Venezuela tetap Hugo Chavez.

Menurut Jaksa Agung, pengunduran diri presiden baru resmi setelah diterima Kongres. Chavez mengundurkan diri di bawah tekanan pemimpin-pemimpin militer. “Tuan Presiden, dulu saya loyal habis-habisan. Akan tetapi, kematian banyak orang yang terjadi, tak bisa ditoleransi,” kata Jenderal Efraim Vazguez Velasco (Panglima Angkatan Bersenjata) dalam pidatonya di televisi nasional yang dikutip pers Indonesia.

Di tengah mengalirnya kritik internasional terhadap tindakan kudeta, militer menunjuk seorang ekonom bernama Pedro Carmona yang merupakan salah satu pimpinan kamar dagang. Saat pelantikan sebagai presiden interim, Carmona mengumumkan segera melakukan pemilihan presiden dalam setahun. Kongres juga dibubarkan karena sebagai pendukung Chavez. Dalam salah satu dekrit yang diumumkan pemerintahan sementara juga diungkapkan dibentuknya sebuah Dewan Konsultatif yang terdiri 35 anggota. Mereka mengemban tugas sebagai badan penasehat presiden republik.

Dekrit juga menetapkan, presiden interim akan mengkoordinasikan kebijakan pemerintahan transisi dan keputusan lain yang diperlukan guna menjamin kebijakan, dengan otoritas pemerintah pusat maupun daerah. Dekrit tersebut mengundang banyak kritikan. Presiden Meksiko Vicente Fox secara tegas menyatakan tidak mengakui pemerintahan baru Venezuela sampai dilaksanakan pemilu baru. Demikian juga dengan pemimpin-pemimpin Argentina dan Paraguay menyatakan, pemerintahan baru Venezuela tidak sah.

Sehari setelah Hugo Chavez digulingkan melalui kudeta militer dan digantikan Pedro Carmona atas inisiatif sebagian perwira militer, Chavez kembali dikukuhkan menjadi Presiden Venezuela (14 April 2002). Pedro Carmona yang hanya menduduki sebagai presiden interim selama sehari dipaksa mengumumkan pengunduran dirinya setelah Jaksa Agung menyatakan bahwa kudeta tidak sah.

Berhasilnya Chavez kembali ke tampuk pemerintahan antara lain disebabkan militer terpecah. Sebagian jenderal memang mendukung Carmona, tetapi sebagian besar prajurit dan perwira menengah loyal terhadap Chavez. Selain itu, di kalangan kelompok masyarakat miskin pun Chavez sangat populer sehingga ketika ia digulingkan ribuan orang melakukan unjuk rasa agar Chavez dikukuhkan kembali menjadi presiden. Dalam aksi yang diwarnai penjarahan tersebut, belasan orang tewas.

Hugo Chavez sempat ditahan di Pulau La Orchila oleh para pejabat senior militer dan terbang kembali ke Caracas dengan menggunakan helikopter serta dielu-elukan ribuan pendukungnya. Dengan mengepalkan tangan ke atas, Chavez memasuki Istana Kepresidenan Miraflores yang berhasil direbut kembali oleh pendukungnya. Sementara, Jaksa Agung menegaskan bahwa para menteri di bawah pemerintahan interim ditahan dan sejumlah petinggi militer juga diadili dengan tuduhan pembangkangan militer, termasuk pimpinan interim mereka yang seorang ekonom bernama Pedro Carmona.

Referendum 8 Agustus 2004 sebagai upaya menggulingkan Presiden Hugo Chaves oleh oposisi kembali dilakukan, tetapi masih dimenangkan oleh Hugo Chavez dengan 58 persen suara. Kemenangan tersebut membuat dirinya berhasil mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam masa pemerintahannya dan menjadikannya sebagai sebuah mandat yang lebih besar untuk melanjutkan “revolusi bagi kaum miskin-“nya.

Pada pemilu legislatif pada Desember 2005, partai pimpinan Chavez berhasil menyapu bersih seluruh kursi parlemen setelah pihak oposisi memboikot pemilu tersebut.

Keberhasilannya:

Dengan Demokrasi Sosialisnya, Presiden Hugo Chavez telah berhasil mengurangi kesenjangan antara kaya dan miskin, memberikan tanah-tanah bagi kaum miskin melalui kebijakan land reform, membangun ribuan klinik bagi rakyat miskin, serta memberikan pendidikan gratis kepada rakyat sampai ke tingkat perguruan tinggi.

Kebijakan Presiden Hugo Chavez untuk menasionalisasi perusahaan asing menjadi BUMN terlihat bertentangan 180 derajat dengan Kebijakan Pemerintah Indonesia untuk menjual BUMN-BUMN kepada pihak asing.

Pemimpin masa depan Indonesia perlu meninjau ulang kebijakan untuk menjual aset-aset nasional kepada pihak asing, sebab dikhawatirkan bahwa langkah ini malah akan makin membuat rakyat Indonesia makin miskin, makin menderita, makin tingginya jurang antara si kaya dan si miskin, meningkatnya Indeks GINI, kekayaan alam Indonesia makin terkuras habis tanpa memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan Amanat UUD 1945 dan cita-cita Kemerdekaan Bagi segenap Bangsa Indonesia.

Perlukah kita meninjau kembali Demokrasi Liberal, Globalisasi Liberal dan Kapitalisme Liberal yang saat ini dianut Pemerintah Indonesia? Apakah alternatif lain dapat mensejahterakan rakyat Indonesia?

Silahkan ditanggapi.

Kita baru saja merayakan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-100 Tahun tanggal 20 Mei 2008. Bagi sebuah bangsa besar, perayaan ke-100 tahun adalah merupakan perayaan keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan cita-cita mereka yang telah lama di-idam-idamkan oleh segenap masyarakat bangsa itu.

Bagaimanakah kondisi bangsa Indonesia saat ini dalam merayakan hari Kebangkitan Nasional-nya yang ke-100 tahun? Di awal perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaannya dari Penjajahan Belanda dan Jepang, para Pemimpin Indonesia saat itu telah mewanti-wanti agar kita segera melepaskan diri dari citra buruk yang melekat dalam diri Bangsa Indonesia:

“Eine Nation von Kuli und Kuli unter den nationen” atau,

“A nation of coolies and a coolie among nations”

Bila kita lihat kondisi bangsa Indonesia saat ini, ditengah kemajuan pesat yang telah tercapai bagi sebagian masyarakat bangsa Indonesia, ternyata kutukan yang diungkapkan dalam kalimat diatas masih saja terasa bahwa hal itu masih terjadi di zaman modern saat ini:

  • Krisis ekonomi yang mash berkelanjutan, kenaikan harga-harga bahan pokok, BBM, listrik, air minum, dll.
  • Rendahnya gaji rata-rata masyarakat Indonesia, sehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka tiap hari, tiap bulan dan tiap tahun.
  • Banyaknya pekerja Indonesia yang terpaksa mencari nafkah di Luar Negeri dengan kondisi kerja yang sangat minimal, walaupun secara nilai uang lebih besar dari pada penghasilan mereka di dalam negeri.

Dampak dari banyaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencari kerja di luar negeri dengan gaji dan kondisi yang buruk adalah menurunnya citra Bangsa Indonesia di Luar Negeri, banyak diantara kita yang diremehkan oleh bangsa lain bilamana kita sedang berada di negara mereka untuk berbagai urusan. Istilah meremehkan bangsa Indonesia yang dipakai di Malaysia adalah “Indon” singkatan untuk melecehkan orang Indonesia sebagai pelaku berbagai kejahatan. Ini adalah citra bangsa kuli yang melekat sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia selama 250 tahun. Kutukan sebagai bangsa kuli ini rasanya sulit sekali untuk dihindarkan. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Bung Karno sejak awal sudah menentang perlakuan orang-orang Belanda dan Eropa terhadap bangsa Indonesia, yaitu “exploitation de l’home par l’home” atau pemerasan manusia (Indonesia) oleh manusia (Belanda, Eropa). Bentuk pemerasan ini adalh dalam pemberian upah yang sangat minim bagi para karyawan Indonesia, juga diskriminasi dalam jabatan di Pemerintahan dan Perusahaan milik Belanda di Indonesia. Oleh karena itu Bung Karno menggugat Pemerintahan Penjajahan Belanda di Indonesia melalui tulisan-tulisan beliau yang sangat tajam dan kritis. Hasilnya, beliau berhasil mengantarkan bangsa ini menuju ke alam Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

Namun setelah kita mengenyam alam Kemerdekaan selama 63 tahun, kutukan bangsa kuli itu masih saja menghantui bangsa Indonesia, ditandai dengan minimnya penghasilan rata-rata masyarakat Indonesia, sehingga rebutan pembagian sembako dan BLT masih menjadi berita yang umum sehari-hari.

Kalau kita boleh analisa, asal-muasalnya adalah kecilnya gaji para Pegawai Negeri di Indonesia, sehingga melihat tuntutan kebutuhan hidup Indonesia modern yang makin tinggi menjadikan mereka melakukan hal-hal yang melawan hukum untuk memenuhinya. Walaupun gaji para PNS sekarang sudah mulai membaik, namun budaya KKN masih saja melekat pada sebagian dari mereka, dan kondisi ini tetap berlanjut. Memang benar apa yang dikatakan oleh Bung Hatta bahwa korupsi sudah membudaya di negeri ini, melibatkan tidak hanya PNS, badan-badan usaha pemerintah dan swasta, Eksekutif, Legislatif dan sebagian masyarakat Indonesia.

Dampaknya adalah makin meningkatnya biaya-biaya proses, produksi dan distribusi barang dan jasa-jasa di Indonesia, sehingga produk-produk asal Indonesia menjadi tidak kompetitif untuk bersaing secara global.

Apa yang telah dilakukan oleh KPK selama ini dalam memutus mata rantai KKN yang menggurita adalah salah satu langkah yang tepat.

Langkah lain dalam pembenahan kondisi bangsa ini adalah dengan memberikan upah yang layak kepada para pegawai PNS, karyawan, eksekutif, legislatif dan yudikatif agar mereka tidak mancari-cari tambahan penghasilan yang ujung-ujungnya melakukan pelanggaran hukum dan etika. Dalam hal ini Pengusaha Indonesia juga berperan cukup signifikan untuk memberikan gaji yang memadai dari para karyawannya. Kondisi saat ini, para pengusaah berlomba-lomba untuk menekan gaji para karyawan mereka melalui konsep outsourcing tenaga kerja, dimana para karyawan itu diharuskan menandatangani kontrak kerja yang harus diperbaharui tiap tahun, dan maksimal hanya boleh diperpanjang sampai 3 (tiga) tahun saja. Ini sangat merugikan sekali bagi para karyawan, sebab mereka selain digaji kecil, juga tidak mempunyai karir masa depan diperusahaan-perusahaan itu.

Ini harus dilakukan bangsa ini secara serentak dan bertahap menuju kondisi yang lebih baik bagi segenap masyarakat Indonesia. Dapatkah kita semua secara bersama-sama melakukannya?

Prospek makin meningkatnya harga BBM Dunia maupun Dalam Negeri membuat para Pemimpin Indonesia dan Ekonom Indonesia berpikir keras mencari solusi yang tepat untuk menghadapinya atau menanggulanginya. Berbagai Seminar dan Diskusi telah dilakukan, namun tetap saja, belum ada solusi yang tepat dan meyakinkan dalam jangka panjang. Solusi-solusi yang ada, seperti menaikkan harga BBM DN dan pemberian BLT bagi rakyat miskin hanyalah solusi jangka pendek. Bagaimana kalau harga BBM LN terus merangkak naik, seperti pada hari ini sudah mencapai US$140 per barrel, naik dari US$135/barrel beberapa minggu terakhir?

Dalam konperensi G-8 yang telah berlangsung beberapa hari yang lalu, beberapa negara anggota menuduh bahwa kenaikan harga BBM LN yang sangat tinggi dalam beberapa tahun ini adalah disebabkan oleh tindakan spekulatif para Investor besar Dunia, dengan membuat bergabagi issyu dan analisa, serta menakut-nakuti masyarakat Dunia bahwa dalam beberapa tahun mendatang, kebutuhan BBM Dunia akan meningkat tajam, jauh melebihi dari supply BBM.

Namun Amerika Serikat dan Inggris menolak adanya skenario global tersebut diatas, dan mereka membuat analisis bahwa kenaikan BBM LN itu memang benar-benar disebabkan meningkatnya kebutuahn dunia akan BBM berasal dari fossil. Keberatan kedua negara tersebut memang masuk akal, sebab pada umumnya para Investor Global itu berasal dari kedua negara besar tersebut.

Lalu bagaimanakah Pola Hidup Sederahana itu dapat mengatasi Krisis Multidimensi Indonesia, termasuk krisis BBM?

Bila Pola Hidup Sederhana dapat menjadi acuan para Pimpinan Pemerintahan Pusat, Pemda, Pimpinan dan Anggota Legislatif, Yudikatif, Pimpinan Publik, dan Pimpinan Swasta, pola ini akan ditiru dan dilaksanakan oleh segenap Rakyat Indonesia. Tidak lagi menjadi kebanggaan bilamana Pemimpin memiliki hata-benda yang berlimpah dan mewah, rumah mewah, mobil mewah, mobil besar diatas 2000-cc-an. Masyarakat akan lebih menghargai bilamana para Pemimpin menunjukkan kesederhanaan, hidup sederhana seadanya. Sudah ada contoh yang nyata, yaitu Presiden Iran Ahmadinejad, yang bisa menjadi acuan kita apa artinya Pola Hidup sederhana. Berjalan tanpa pengawalan berlebih, tinggal di-rumah sendiri yang hanya muat satu mobil, bila terlambat datang ke Mesjid, menerima duduk dibelakang, dsb.

Cara lain hidup sederhana adalah naik sepeda ke Kantor, ke Sekolah, Kuliah, pergi Belanja, dan sebagainya. Tahap awal bisa dimulai naik sepeda seminggu sekali, misalnya hari Jumat, sebab esoknya hari Sabtu adalah hari libur, jadi bisa istirahat bila badan terasa penat, sebab belum terbiasa. Hal inilah yang dilakukan oleh Sekretaris saya yang tergabung dalam Kelompok B2W (Bike-to-Work), tiap hari Jumat naik sepeda ke Kantor dibilangan Merdeka Barat, dari tempat tinggalnya di Depok. Sungguh mengejutkan, ke kantor dari Depok dengan Sepeda hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam, lebih cepat dari pada naik Kendaraan umum yang memakan waktu 2,5 jam! Ini adalah hikmahnya naik sepeda, selain membuat badan sehat, juga menghemat waktu, dan menghemat biaya.

Karena keberhasilan Kelompok B2W ini, maka besok pada hari Jumat tanggal 20 Juni 2008 pagi diminta untuk bersilaturahmi dengan Bapak Presiden RI SBY pada pukul 07.00 di Istana Negara. Mudah-mudahan ada keputusan penting Presiden SBY agar memasyarakatkan gerakan B2W, dan Pola Hidup Sederhana seperti tersebut diatas.

Dengan Pola Hidup Sederhana ini, maka akan tejadi penghematan besar penggunaan BBM, dan bila mencapai angka 300.000 barrel/hari, Indonesia tidak perlu lagi mengimpor BBM. Kebutuhan BBM dapat keseluruhannya di produksi di DN, sehingga berapapun naiknya harga BBM LN tidak akan mempengaruhi harga BBM di Indonesia.

Masyarakat juga akan makin banyak dapat menyimpan dana untuk dipergunakan bagi hal-hal yang bermanfaat (misalnya membantu saudara atau keluarga miskin) dan produktif, sehingga masyarakat Indonesia juga akan makin sejahtera.

Para Pimpinan, Pejabat, Eksekutif, Figur Publik, Pimpinan dan Anggota Legislatif, Yudikatif tidak akan lagi pamer kemewahan, karena ini akan dicibir oleh masyarakat. Mereka tidak akan lagi berlomba-lomba mencari tambahan penghasilan, sebab budaya yang baru adalah budaya Pola Hidup Sederhana.

Tidak ada lagi urgensi untuk berlomba-lomba mencari kekayaan sebesar-besarnya demi prestise dan kepopuleran diri, baik secara halal maupun dengan KKN, suap, dan berbagai tindakan manipulasi yang melanggar hukum.  Di Era Budaya Pola Hidup Sederhana, masyarakat hanya akan menghargai dan menghormati seseorang dari hasil-hasil karya seseorang, sumbangan dan kontribusinya terhadap kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan negara, baik itu yang berupa materi maupun non-materi. Penghargaan itu tidak dilihat dari kaya atau miskinnya seseorang, namun dari sikap kesederhanaannya dan kejujurannya.

Dengan makin mendekatnya awal Kampanye Capres dan CaWapres pada tanggal 8 Juli 2008, maka kami menganjurkan bahwa kemenangan para Capres dan CaWapres 2009-2014 hanya akan diperoleh bilamana para Kandidat itu bisa menunjukkan sikap dan Pola Hidup Sederhana selama masa kampanye dan setelah terpilih selaku Presiden dan Wakil Presiden periode 2009-2014.

Kami percaya bahwa perubahan ke Budaya Pola Hidup Sederhana inilah sebagai solusi terbaik untuk menanggulangi dan melepaskan Indonesia dari Krisis Multidimensi: Krisis BBM, Pangan dan Krisis Etika dan Moral yang saat ini masih marak di negeri ini.

Silahkan ditanggapi, diberikan saran-saran yang positif, serta dilaksanakan bersama, mulai saat ini.

Nasehat PM Autralia tersebut agar Pemerintah memberi Kail kepada
Masyarakat Miskin dari pada memberi Ikan, adalah sangat tepat pada
situasi dewasa ini di Indonesia, terutama saat kita menghadapi
meningkatnya harga BBM.

Jadi dari pada membagi-bagi dana BLT, alangkah lebih baik kalau dana itu
dipakai untuk membeli kail, berupa Mesin Pembuat Biofuel/Bioetanol
kecil-kecil, dan dibagikan kepada kelompok2 masyarakat miskin untuk
mengelola, meproduksi dan menjual Biofuel kepada masyarakat sekitar
mereka yang membutuhkannya. Ini akan dapat meningkatkan taraf hidup
kelompok2 masyarakat miskin tersebut, menjadi masyarakat yang mampu dan
bisa berdikari untuk jangka panjang.

Barangkali ini adalah hikmah dari naiknya harga BBM bagi masyarakat itu.

Dari perhitungan kasar kami, Dana Subsidi BBM/BLT sebesar Rp 50 Trilyun
dapat dipakai untuk membeli 2 juta Mesin Biofuel @Rp 25 juta, dengan
kemampuan produksi minimal 1000 liter/hari.

Bila ada 16 juta rakyat miskin, maka tiap kelompok terdiri dari 16
juta/2 juta mesin = 8 orang per mesin Biofuel.

Revenue mesin per hari = 1000 x Rp 6000 = Rp 6 juta/hari, dibagi 8 orang
(keluarga), maka penghasilan mereka adalah Rp 750.000/hari/keluarga,
cukup untuk menjadikan mereka masyarakat kelas menengah yang mandiri.

Produksi Biofuel rakyat ini akan dapat mengurangi kebutuhan BBM DN
Indonesia, sampai pada tahap kita tidak perlu meng-impor BBM, malah
meng-export BBM. Jadi harga BBM di DN tidak lagi tergantung harga BM LN.
Indonesia akan dapat bertahan dari kemelut membubungnya harga BBM LN.

Semoga saran ini didengar oleh Pemerintah dan para Pemimpin Indonesia
untuk segera dilaksanakan.

Contoh mesin Bioetanol sudah banyak, termasuk buatan pak Darmoni Badri
dan Pak Himawan yang sudah beroperasi di Jawa Tengah.

Silahkan ditanggapi.

Baru saja kita semua menyaksikan bagaimana seorang kandidat pertama
kulit hitam Amerika Serikat, yaitu kawan kita Barrack Hussein Obama
berhasil memenangkan pencalonan Presiden AS dengan mengalahkan
pesaingnya Hillary Rodham Clinton secara meyakinkan di Pemilihan Capres
Partai Demokrat.

Slogan Obama yang membawa kemenangannya adalah: “CHANGE we believe in”
atau “PERUBAHAN yang kita semua yakini”. Apa sajakah perubahan-perubahan
yang Ia usulkan itu? Dalam kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat yang
akan datang, Obama mengusulkan untuk menarik seluruh tentara Amerika
Serikat dari Iraq, menghentikan perang terhadap rakyat Iraq yang telah
banyak sekali menelan korban orang-orang yang tidak berdosa, serta
merusak citra baik bangsa Amerika di mata dunia. Selain itu, Pemerintah
Amerika Serikat masa depan akan lebih mengutamakan perundingan damai
dari pada mengadalkan kekuatan angkatan bersenjata Amerika Serikat yang
jelas tidak ada yang dapat menandinginya di Dunia. Bukan zamannya lagi
kita manusia mengandalkan otot untuk memenangkan persaingan atau
menyelesaikan perbedaan pendapat, sebab kita adalah makhluk intelijen
dan beradab yang cukup mengandalkan otak untuk mencari solusi yang adil.

Artikel tentang Slogan yang membawa kemenangan Obama dapat dibaca di
URL:

http://strateginasional.wordpress.com/category/tips-buat-capres-2009/

Dalam bidang Ilmu Pengetahuan atau Kekayaan Intelektual, Obama mendukung
dimanfaatkannya Ilmu Pengetahuan bagi kesejahteraan rakyat Amerika/ummat
manusia, bukan dipakai sendiri untuk sebesar-besarnya keuntungan
kelompok mereka. Yang bukan Pemilik atau penemu Ilmu Pengetahuan itu
akan dikenakan biaya mahal sekali, dengan alasan untuk mengganti biaya
riset yang telah mereka pakai. Padahal jutaan keping CD/DVD dapat dengan
sangat murah diproduksi yang berisikan Ilmu Pengetahuan atau Software
itu.

Obama menginginkan perubahan filosofi pemanfaatan Ilmu Pengetahuan atau
Kekayaan Intelktual bagi kesejahteraan bersama rakyat Amerika,
sebagaimana filosofi dari Free Open Source Software (FOSS) Movement di
banyak negara. Untuk itu diperlukan sebuah Stadard Format Dokumen yang
Terbuka (ODF), agar semua orang dapat memanfaatkanyan untuk kemajuan
Ilmu Pengetahuan secara bersama-sama. Jadi kuncinya adalah “ketebukaan”
dan bukan “ketertutupan” yang akan menghambat kemajuan sebagian besar
ummat manusia (seperti Open Source Software versus Proprietary
Software). Berikut ini adalah cuplikan dari Statement Barrack Obama
tentang Open Source/ODF sbb:

….[W]e have to use technology to open up our democracy. It’s no
coincidence that one of the most secretive administrations in history
has favored special interests and pursued policies that could not stand
up to sunlight. As President, I’ll change that. I’ll put government data
online in universally accessible formats…….

Issyu Open Source juga dipakai dalam Kampanye Pemilu di Inggris oleh
Pemimpin Partai Konservatif Inngris David Cameron yang memuji konsep
Open Source dalam Blog-nya sbb:

…… We’ll champion open source software, not big clunking mainframe
solutions. No more NHS computers, much more open platform projects that
can be broken down into their component parts.

But Cameron doesn’t stop there, Blankenhorn says. He went on to
associate open source values such as transparency and “bottom-up change”
with the party platform.

Similar parallels have been drawn in the U.S., according to Blankenhorn.
Look at Sen. Obama’s (D-Ill.) call for increased openness.

Pelajaran yang dapat kita peroleh, menurut Blankenhorn adalah sbb:

…..The question of open source is not a partisan one. But it
does represent a rising tide, something which rhetorically
sounds right to those in opposition… Whether a move to open
source by government will make any real difference in policy
remains to be seen. I suspect that it’s in how tools are used,
rather than how they’re built, where the political rubber meets
the political road……

Silahkan para Kandidat Capres/CaWaPres untuk menyimak tulisan ini, dan
memanfaatkannya untuk Kampanye Pilpres/PilWapres yang akan segera
dimulai pada tanggal 8 Juli 2008.

Wassalam,
S Roestam
Aliansi Open Source Indonesia (AOSI)
Sent via OpenSUSE v.10.3
————————–

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Kawan-kawan yang kami hormati,

Hari ini, Minggu 8 Juni 2008, satu bulan tepat sebelum dimulainya Kampanye Presiden/Wakil Presiden untuk Periode 2009-2014. Oleh karena itu kami menghimbau masyarakat Indonesia yang peduli kondisi Bangsa saat ini untuk menyimak syair Joyoboyo dalam tiga bahasa, sehingga dapat menilai mana calon Presiden/Wakil Presiden yang akan mampu merubah Negeri yang kita cintai ini menjadi Negeri yang Aman Sentosa, Adil Makmur, Gemah Ripah Loh Jinawi bagi segenap Bangsa Indonesia……

Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.
Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
One day there will be a cart without a horse.

Tanah Jawa kalungan wesi.
Tanah Jawa berkalung besi.
The island of Java will wear a necklace of iron.

Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.
Perahu berlayar di ruang angkasa.
There will be a boat flying in the sky.

Kali ilang kedhunge.
Sungai kehilangan lubuk.
The river will loose its current.

Pasar ilang kumandhang.
Pasar kehilangan suara.
There will be markets without crowds.

Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.
Itulah pertanda jaman Jayabaya telah mendekat.
These are the signs that the Jayabaya era is coming.

Bumi saya suwe saya mengkeret.
Bumi semakin lama semakin mengerut.
The earth will shrink.

Sekilan bumi dipajeki.
Sejengkal tanah dikenai pajak.
Every inch of land will be taxed.

Jaran doyan mangan sambel.
Kuda suka makan sambal.
Horses will devour chili sauce.

Wong wadon nganggo pakeyan lanang.
Orang perempuan berpakaian lelaki.
Women will dress in men’s clothes.

Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.
Itu pertanda orang akan mengalami jaman berbolak-balik.
These are signs that the people is facing the era of turning upside down.

Akeh janji ora ditetepi.
Banyak janji tidak ditepati.
Many promises unkept.

Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe.
Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
Many break their oath.

Manungsa padha seneng nyalah.
Orang-orang saling lempar kesalahan.
People will tend to blame on each other.

Ora ngendahake hukum Allah.
Tak peduli akan hukum Allah.
They will ignore God’s law.

Barang jahat diangkat-angkat.
Yang jahat dijunjung-junjung.
Evil things will be lifted up.

Barang suci dibenci.
Yang suci (justru) dibenci.
Holy things will be despised.

Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit.
Banyak orang hanya mementingkan uang.
Many people will become fixated on money.

Lali kamanungsan.
Lupa jati kemanusiaan.
Ignoring humanity.

Lali kabecikan.
Lupa hikmah kebaikan.
Forgetting kindness.

Lali sanak lali kadang.
Lupa sanak lupa saudara.
Abandoning their families.

Akeh bapa lali anak.
Banyak ayah lupa anak.
Fathers will abandon their children.

Akeh anak wani nglawan ibu.
Banyak anak berani melawan ibu.
Children will be disrespectful to their mothers.

Nantang bapa.
Menantang ayah.
And battle against their fathers.

Sedulur padha cidra.
Saudara dan saudara saling khianat.
Siblings will collide violently.

Kulawarga padha curiga.
Keluarga saling curiga.
Family members will be suspicious of each other.

Kanca dadi mungsuh.
Kawan menjadi lawan.
Friends become enemies.

Akeh manungsa lali asale.
Banyak orang lupa asal-usul.
People will forget their roots.

Ukuman Ratu ora adil.
Hukuman Raja tidak adil
The ruler’s judgments will be unjust.

Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.
Banyak pembesar jahat dan ganjil
There will be many peculiar and evil leaders.

Akeh kelakuan sing ganjil.
Banyak ulah-tabiat ganjil
Many will behave strangely.

Wong apik-apik padha kapencil.
Orang yang baik justru tersisih.
Good people will be isolated.

Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin.
Banyak orang kerja halal justru malu.
Many people will be too embarrassed to do the right things.

Luwih utama ngapusi.
Lebih mengutamakan menipu.
Choosing falsehood instead.

Wegah nyambut gawe.
Malas menunaikan kerja.
Many will be lazy to work.

Kepingin urip mewah.
Inginnya hidup mewah.
Seduced by luxury.

Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.
Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
They will take the easy path of crime and deceit.

Wong bener thenger-thenger.
Si benar termangu-mangu.
The honest will be confused.

Wong salah bungah.
Si salah gembira ria.
The wrong doers will be very happy.

PILIHAN ANDA AKAN MENENTUKAN NASIB BANGSA INDONESIA DALAM 5 TAHUN MENDATANG.
JANGAN SALAH PILIH!

Komunikasi yang lancar antar manusia menjadi prasyarat untuk cepatnya pertukaran informasi dan ilmu yang dapat memajukan peradaban suatu bangsa. Di Zaman Batu, kemajuan peradaban manusia berjalan begitu lambat, mencapai ribuan tahun, sebab belum terbentuknya bahasa untuk berkomunikasi. Setelah ada bahasa yang baku, maka proses kemajuan itu berjalan lebih lancar. Di Era Revolusi Industri, kemajuan peradaban berlangsung jauh lebih singkat dan cepat, sebab adanya mesin cetak, keretaapi dan mobil untuk mentransportasikan informasi. Kemajuan peradaban ummat manusia lebih dipercepat lagi dengan ditemukannya alat komunikasi elektronik, yaitu telegap, telepon, telex dan faksimile.

Di Abad ke-21 ini yang merupakan Era Internet, sudah ada SMS, Interenet Messaging, e-Mail dan Mailing List yang membantu kelancaran komunikasi antar ummat manusia.

Namun pada kenyataannya para Pejabat/Eksekutif itu sering sekali sangat sibuk dengan pekerjaan mereka sehari-hari, sehingga sering sekali sarana komunikasi tersebut diatas menjadi kurang efektif.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat terobosan dalam komunikasi dengan masyarakat melalui penerbitan Website http://www.presidensby.info yang sangat informatif, namun lebih bersifat informasi Top-Down, sedikit sekali kesempatan untuk berdialog langsung. Lagipula website ini dikelola oleh Tim Kepresidenan.

Sebuah terobosan baru dilancarkan oleh Bapak MENHANKAM Prof. Juwono Sudarsono dengan menerbitkan Blog Resmi MEHANKAM di WordPress, yaitu:

http://juwonosudarsono.com/wordpress/index.php

sehingga memungkinkan kita untuk berdialog langsung dengan beliau, mengutarakan keluhan, saran dan pendapat kita untuk pebaikan bangsa, negara dan Pemerintah RI.

Berikut ini adalah sebuah komentar tentang Blog MENHANKAM tersebut sbb:

“So he’s the first Indonesia Minister to have a blog. An extraordinary step forward as far as Indonesia’s VIPs are concerned. Extraordinary for more than one: (1) It symbolizes his willingness to reach out to the people, to talk directly to them, to us, a kind of willingness that’s uncommon among Indonesian establishment; (b) By opening the comment box in his blog, it suggests that he’s not afraid of any criticism, if any, which means he doesn’t have anything to hide, to afraid of. That might explain the meaning of his blog title: “Integrity in its strict sense.” A man of integrity, of principle should not worry anything;”

Menurut hemat kami, penerbitan Blog Resmi Pejabat atau Eksekutif akan menjadi titik awal percepatan kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini, karena:

1.Masyarakat dapat berdialog langsung dengan Pimpinan, tanpa adanya perantara yang bisa mendistorsi informasi.

2.Akan ada banyak informasi realistis yang dapat disampaikan langsung kepada Pimpinan, baik berupa keluhan, pendapat dan sara-saran yang positif untuk memajukan bangsa, negara atau korporasi, sehingga dapat dicari kesimpulan atau jawaban yang terbaik bagi sesuatu persoalan atau permasalahan secara lebih cepat, efisien dan efektif.

3.Akan tidak ada lagi Laporan-laporan yang ABS, sebab semuanya bisa diverifikasi secara langsung.

Setahu kami ada beberapa Pejabat Negara yang telah memiliki Blog,
yaitu: Pak Gatot HP dari DEPDIKNAS dan Pak Eddy Satriya dari MenkoPerekonomian.
Silahkan masukan ini ditanggapi, didukung dan dilaksanakan demi percepatan kemajuan bangsa dan negara.

Wassalam,

Berikut ini adalah sebuah tulisan menarik tentang kondisi yang sedang dialami oleh masyarakat Indonesia, yang perlu kita ketahui menjelang Pemilu 2009 yang makin mendekat:
Dua Indonesia” Sabtu, 26 januari 2008 oleh BUDIARTO SHAMBAZY

Idealnya jangan ada yang putus asa. Sayangnya, banyak yang merasa hidup makin susah.
Dunia menghadapi ancaman resesi global dan melangitnya harga minyak dunia.
Stok bahan pokok suka menghilang dan harganya sudah naik semua.
Kondisi politik mulai ”suam- suam kuku” karena persiapan 2009 yang akan diramaikan pesta kaus, bahan pokok, dan rupiah. Masih akan berlangsung lebih dari 100 pilkada yang bukan tak mungkin menimbulkan huru-hara.
Korupsi masih merajalela dan pemberantasannya tetap begitu-begitu saja.
Penyidikan, pemberitaan, dan jalan ceritanya masih naik-turun seperti ingus di hidung anak balita Anda.
Jangan lupa, negeri yang suka memegang rekor dunia korupsi terbesar ini sebentar lagi menjadi tuan rumah konferensi antikorupsi internasional di Pulau Dewata. Ha-ha-ha….
Tak pelak lagi, saat ini yang menjadi lingua franca adalah si rupiah.
Pejabat, tokoh, dan parpol sedang rajin-rajinnya mengumpulkan rupiah sebanyak-banyaknya.
DPR dan KPU meminta tambahan tunjangan yang mengada-ada. Bintang-bintang sinetron berwajah ganteng saja rela banting setir menjadi politisi supaya enggak jauh-jauh dari kuasa dan rupiah.
Nah, Anda yang berusia separuh abad pasti ingat zaman antrean minyak tanah di rumah ketua RT atau kantor lurah. Setelah 60 tahun kok antrean rakyat masih saja ada?
Di Bundaran HI (Hotel Indonesia) ada kampanye ”Visit Indonesia Year 2008” yang terpampang di billboard raksasa. Ada wajah-wajah Menbudpar Jero Wacik, Gubernur DKI Fauzi Bowo, dan juga presiden serta wapres kita.
Jika billboard itu terpasang di Times Square (New York), Piccadilly (London), atau Ginza (Tokyo) untuk menjaring turis, itu oke-oke saja. Tetapi, kebanyakan orang yang lewat Bundaran HI toh kita-kita juga.
Gambar gadis penari pendet, pantai Pulau Nias, atau ikan- ikan di Bunaken pasti lebih memesona. Lagi pula turis bule enggak nyandak slogan
Celebrating 100 Years of Nation’s Awakening” alias Perayaan 100 Tahun Kebangkitan Nasional yang amat bersejarah.
Malaysia, Singapura, dan Thailand dikunjungi rata-rata lebih dari 15 juta turis asing per tahunnya. Target Depbudpar tahun 2008 tak sampai 7 juta turis dari mancanegara.
Oh ya, semua sempat menjadikan berita sakitnya Pak Harto sebagai tontonan belaka. Inilah sirkus yang diembel-embeli pula dengan penampilan badut-badut yang kayak kurang kerjaan aja.
Lemhannas pada akhir 1970-an mau memvonis Bung Karno yang sedang sakit keras: ia pahlawan atau pengkhianat bangsa? Dan 60 tahun kemudian Pak Harto juga mengalami hal serupa.
Bung Karno terkenal dengan slogan ”Jas Merah”. Itu singkatan ”Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”.
Foto utama harian ini beberapa hari lalu menampilkan koboi sedang mencabut senjata dalam pertandingan sepak bola. Itulah cerminan dari kondisi bangsa ini yang bagai penderita gangguan jiwa.
Bayangkan saja, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid memimpin rapat dari balik penjara. Pemain-pemain asing pun meniru ulah pemain-pemain lokal yang suka bergaya seperti karateka.
Nah, dalam situasi tak menentu ini pemimpin mestinya tampil di depan kita. Namun, yang terjadi justru sebaliknya karena mereka ibarat ”ada namun tiada”.
Rakyat sih merasa enggak apa-apa karena toh sudah terlalu lama kecewa. Rakyat sudah sering bilang kepada pemimpin, ”Kita hidup sendiri-sendiri saja ya?
Apa lacur, mau hidup berpisah pun sudah susah. Pemimpin tiap hari kerjanya hanya mengganggu hidup rakyat saja.

Saking gemasnya, rakyat bertanya, ”Gimana kalau kita tukar tempat saja?” Eh, ia malah buang muka.
Pemimpin memang manja. Sudah dapat gaji, rumah, mobil, patwal, bahkan ajudan yang membawakan tas ke mana-mana, tetapi masih mengeluh kurang tidur, enggak sempat ngopi, suka dizalimi, dan gampang bertelinga merah. Ih, kayak pemain sinetron saja!
Inilah bukti tentang kisah ”Dua Indonesia” yang berbeda. Ada Indonesia versi pemimpin yang hidup di awang-awang, ada versi rakyat yang terlalu nyata.
Rakyat butuh kedelai, bukan keledai yang masih saudaranya kuda. Rakyat ingin punya istana, pemimpin tak berhenti main kayak anak balita di Istana Mainan Hoya.
Rakyat rindu prestasi sepak bola untuk mengharumkan nama bangsa di mancanegara. Pemimpin rindu piknik ke mancanegara beli parfum untuk mengharumkan badan mereka.
Itulah kisah tentang ”Dua Indonesia”. Pemimpin telah menarik garis yang berseberangan dan nekat bertentangan dengan rakyatnya.
Padahal, dua adalah angka genap yang—tak seperti angka ganjil—enak dilihat, diucapkan, dan penuh berkah. Mana ada orang pacaran atau kawin bertiga?
Padahal, dua angka kodrati bagi kehidupan alam dan manusia. Lubang hidung, mata, telinga, tangan, dan kaki, jumlahnya pasti bukan lima.
Dan selalu ada kanan dan kiri, atas dan bawah. Manusia lahir dan mati, lalu masuk surga atau neraka.
Bendera kita dwiwarna, proklamator kita Soekarno-Hatta. Tak ada gunanya rakyat dan pemimpin terpisah kayak durian terbelah dua.
Rakyat ingin pemimpin yang mau menyingsingkan lengan bajunya. Rakyat butuh pemimpin yang berbicara apa adanya.

Waktu tinggal sedikit, terlalu banyak tabungan yang terbuang begitu saja. Jangan tunggu rakyat putus asa, lalu marah.
==============================================================================

Tanpa terasa Pemilihan Preside dan Wakil Presiden periode 2009-2014 akan segera dilaksanakan dalam bulan Maret 2009, sekitar 1-Tahun 2-bulan lagi. Sebaagi sebuah Negar demokrasi, maka Rakyat Indonesia akan segera diminta untuk menetapkan pilihanpasangan Presiden-Wakil Presiden perode tersebut diatas, melalui sebuah Pemilihan Umum (Pemilu) yang bebas dan rahasia, dan dilakukan secara langsung, tanpa perwakilan. Ini merupakan Pemilu Langsung ke-Dua, setelah yang sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2004 dengan kemenangan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).Bilamana kinerja Kabinet Indonesia Bersatu Pimpinan pasangan Bapak SBY/JK dapat menunjukkan kinerja yang baik dan memuaskan rakyat Indonesia, maka kami percaya bahwa kedua pasangan Presiden/Wakil Presiden SBY/JK akan terpilih lagi.Terlepas dari hal tersebut diatas, maka sesuai amanat Undang-Undang, Pemilu 2009 tetap harus dilaksanakan dengan menampilkan muka-muka baru, selain dari Bapak Presiden SBY dan Wakil Presiden JK.Masyarakat telah mengenal dan mengetahui kebijakan, pemikiran, strategi dan langkah-langkah kedua pasangan Prsiden/Wakil Presiden SBY/JK yang saat ini masih menjabat dalam memimpin negeri ini, oleh karena itu Blog ini hanya akan membahas para calon pasangan baru Presiden/Wakil Presiden yang baru, agar masyarakat tidak salah pilih, sebab tidak mengenal mereka.

Sudak siapkah para Pemilih untuk menetapkan para calon Pemimpin kita periode 2009-2014?

Forum Diskusi Blog Presidenkita ini dikhususkan untuk menginformasikan berbagai pandangan, pemikiran, strategi dan langkah2 bilamana mereka ditunjuk sebagai Pimpinan Nasional, selain apa saja yang mereka lakukan selama ini, kontribusi mereka bagi kemjuan bangsa dan negara Indonesia.

Dilarang menghina, memfitnah atau merendahkan harkat dan martabat para calon Pimpinan Nasional tersebut, sebab bilamana tidak terbukti, dapat menyebabkan tuntutan hukum.

Semoga Web Blog Presidenkita ini dapat memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Wassalam,

Administrator

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »