Diawal kehidupan ummat manusia, dimana kekuatan otot menjadi andalan satu-satunya untuk dapat survive di alam yang keras dan ganas, maka yang akan menjadi Pemimpin suatu kelompok selalu adalah mereka-mereka yang kuat, pandai bertarung dan yang selalu memenangkan pertarungan fisik. Dengan makin majunya peradaban ummat manusia, maka persyaratan untuk menjadi seorang Pemimpin juga makin bertambah, tidal hanya kekuatan fisik, tetapi ketahanan mental spiritual, kecerdasan dan ilmu pengetahuan serta pengalaman yang dimilikinya menjadi persyaratan tambahan.

Sampai dengan awal Abad Pertengahan, baik di Eropa, Indonesia, Jepang, Cina, Timur Tengah, dan negara-negara lain, maka kekuatan fisik, ketrampilan dalam pertandingan atau peperangan, ketegasan sikap dan kewibawaan menjadi prasyarat utama untuk menjadi seorang Pemimpin. Simak saja kisah-kisah lama mulai dari Mahabarata, Ken Arok, Ario Penangsang, Hang Tuah, Gajah Mada, Hayam Wuruk, Harun Al Rasyid, Gengis Khan, Kesatria-kesatria dan Raja-raja dari Yunani, Roma, Perancis, Spanyol, Jerman, Inggris, Skotlandia, hampir semuanya menampilkan sosok yang gagah berani, mahir dalam pertempuran fisik yang selalu dimenangkannya, berwibawa, tegas namun juga adil dalam membuat keputusan.

Setelah Abad Pertengahan, Pemimpin Bangsa tidak selalu menampakkan sosok yang tinggi dan besar, tetapi adalah mereka-mereka yang cerdas, cepat dalam bertindak, tegas, berwibawa, visionary, mampu membawa bangsanya kearah tujuan yang benar. Setiap bangsa memiliki persoalan yang berbeda-beda, dan tidak bisa digeneralisasi.

Bung Karno dan Bung Hatta adalah pendiri Republik Indonesia dengan pemikiran-pemikiran cita-cita bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke arah yang tepat dan benar, hanya saja beliau-beliau belum sempat merealisasikan semua cita-cita berbangsa dan bernegara, negeri yang aman, sentosa, adil makmur, gemah ripah loh jinawi. Paling tidak mereka telah berhasil memberikan landasan yang kuat bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia yang dapat bertahan sampai saat ini dan untuk selamanya.

Adalah tugas kita semua untuk melanjutkan cita-cita kedua Pendiri Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk merealisasikan cita-cita yang belum sempat terlaksana, negeri yang aman sentosa, adil makmur, gemah ripah loh jinawi. Sosok Pemimpin seperti apa yang saat ini patut menjadi panutan kita? Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohammad, yang pada awalnya diolok-olok oleh orang-orang Barat sebagai “The Little Sukarno” adalah sosok Pemimpin yang tepat sebagai panutan kita, karena beliau memiliki visi yang jelas untuk memajukan bangsanya, dan berhasil membawa Malaysia ke kondisi Malaysia yang Modern seperti saat ini.

Malaysia bukanlah Indonesia, dan kondisi Malaysia saat itu berbeda dengan kondisi Indonesia masa kini. Yang bisa kita ambil adalah sifat Visionary mantan PM Malaysia Mahatir Mohamad sebagai panutan Calon Pemimpin Indonesia 2009-2014. Oleh karena Indonesia masih dalam kondisi Krisis Multidimensi: Krisis Energi/BBM, Krisis Pangan dan Krisis Moral/Etika, maka kita perlu mencarikan panutan Pemimpin Dunia lainnya untuk mengatasinya. Yang bisa dicontoh tentang Pola Hidup Sederhana dan Mandiri dari Mahatma Gandhi yang mencontohkan hidup sederhana dan swasembada (swadeshi), jangan import minded, pakailah produk-produk bangsa sendiri. Presiden Iran Ahmadinejad patut dicontoh dalam pola hidup sederhana, mandiri, keteguhan prinsip, tidak takut pada ancaman imperialis dan agressor, dan lain-lain sifat keteladanan. Sedangkan dari Presiden Hugo Chavez yang dapat kita contoh adalah kebijakan-kebijakan dalam mengelola negerinya, kebijakan yang pro-sosialis, pro kepada kesejahteraan mayoritas rakyat. Dibawah kepemimpinannya, pendidikan di Venezuela diberikan secara cuma-cuma sampai ketingkat Universitas, landreform yang memberikan tanah untuk rakyat miskin, pembangunan ribuan klinik untuk rakyat miskin, mengundangkan UU yang memberikan subsidi pangan dan perumahan bagi rakyat miskin, dan lain-lain perubahan sosial yang patut dicontoh Indonesia dalam mengelola sumber daya alam yang berlimpah agar tidak jatuh ke tangan para pengusaha yang serakah dan pelit. Kondisi Indonesia dan Venezuela sangat mirip, keduanya adalah produsen minyak dan anggota OPEC.

Dengan sederetan prasyarat bagi Pimpinan Nasional Indonesia sebagaimana diuraikan diatas, masih adakah calon-calon Pemimpin Indonesia periode 2009-2014 yang paling mendekati prasyarat tersebut diatas untuk memenangkan PEMILU 2009?

Silahkan diberikan tanggapan dan saran-saran yang positif untuk keberhasilan Pemilu 2009. Berikan pula Suara Anda dalam Polling Presiden 2009 di Web Portal ini sebagai penjajagan awal siapa saja yang masuk dalam hitungan untuk menjadi Pemimpin Nasional 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s