Mengungkap Strategi Pembangunan Perekonomian Indonesia tanpa Utang

Posted: Mei 14, 2009 in Mengungkap Stratetgi Pembangunan Perekonomian tanpa Berhutang
Tag:

Sebuah Diskusi di Metro TV yang dipandu oleh Saut Poltak bersama Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli digelar pada hari Rabu malam, 13 Mei 2009. Rizal Ramli bercerita tentang keberhasilan beliau selama menjabat sebagai Menteri Keuangan dan kemudian Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia selama 16 bulan, diantaranya adalah sbb:

  1. Bulog yang dahulunya dikenal memiliki posisi-posisi basah dan kering, oleh Rizal Ramli dilakukan pertukaran pejabat2 dari lokasi basah dan kering, agar mereka tahu bahwa Pimpinan Bulog yang baru tidak lagi meminta upeti. Selain itu Rizal Ramli juga memerintahkan agar dana-dana Non-Budgeter di BULOG dijadikan dana Budgeter, sehinggan pengeluaran biaya menjadi terkendali. Hasilnya, Bulog berhasil untuk menghemat biaya sampai 40%. Saat ia meninggalkan BULOG, kas BULOG mencapai beberapa puluh Trilyun Rupiah.
  2. Perusahaan BUMN PLN yang menyatakan bahwa mereka memiliki modal minus Rp 9 Trilyun dan Asset sebesar Rp 50 Trilyun, berhasil diubah kondisi keuangannya menjadi memiliki Modal sebesar Rp 100 Trilyun dan Asset sebesar Rp 300 Trilyun hasil Revaluasi Asset2 PLN yang belum pernah di-revaluasi sebelumnya. Modal sebesar Rp 100 Trilyun itu adalah hasil suntikan modal dari Pemerintah, yang memperoleh dana dari Pajak Revaluasi Asset PLN tersebut.
  3. Rizal Ramli juga berhasil memperoleh dana dari pajak Cross-Ownership Anak-anak Perusahaan PT TELKOM dan PT INDOSAT sejumlah sekitar Rp 3 Trilyun.

Agar supaya Pemerintah Indonesia dimasa depan tidak lagi menambah Hutang, maka beliau menyarankan agar Anggaran Investasi Tahunan (CAPEX) untuk pembangunan gedung, kendaraan, dll sebesar Rp 400 Trilyun diubah menjadi Anggaran Operasional untuk menyewa Gedung2, kendaraan, dll, sehingga dapat menghemat biaya-biaya perawatan kalau memiliki Aset2 berupa Gedung, Kendaraan, dll yang bisa mencapai ratusan Trilyun Rupiah.

Penghematan Anggaran Investasi yang bisa mencapai sekitar Rp 300 Trilyun per Tahun dapat dipergunakan untuk membangun Infrastruktur, seperti jalan-jalan raya di Sumtera dan Kalimantan, memberi kerja kepada ratusan ribu pekerja Indonesia untuk jangka panjang, serta memajukan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

Rizal Ramli juga menyarankan agar Produksi BBM menjadi Minyak Tanah dan Bensin agar dilakukan sendiri secara mandiri oleh Pertamina dan Produsen Nasional lainnya, sehingga dapat dihemat Devisa yang besar, mengurangi import dari Singapore yang banyak biaya-biaya silumannya.

Rizal juga menyarakna agar produksi dan pemrosesan berbagai Komoditas agar dilakukan sendiri di Dalam Negeri, agar mengurangi kebutuhan Devisa Nasional. memberikan lapangan kerja kepada Rakyat Indonesia, dan menekan biaya-biaya perantara atau broker-broker yang banyak berkelliaran.

Semua itu bila dilakukan secara ter-rencana dengan baik dan konsisten untuk meningkatkan kemampuan Produksi dan Pemrosesan di Dalam Negeri, akan dapat menghindarkan kebutuhan akan Devisa LN yang biasanya diperoleh dari Utang Luar Negeri yang tiap tahun makin bertambah.

Hasilnya adalah membebaskan Bangsa dan Negara Indonesia yang kita cintai dari kesulitan ekonomi yang telah berlangsung selama 64 tahun, menghilangkang penderitaan Rakyat yang berkepanjangan, dan menghasilkan kesejahteraan bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Maukah dan mampukah para Capres/Cawapres yang memenangkan Pilpres 9 Juli 2009 yang akan datang melaksanakan program kerja yang diusulkan ini?

Silahkan ditanggapi, didebat atau dilaksanakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s