Abad Akhir Ramalan Jayabaya (2001-2100): Munculnya Satriya Piningit yang akan menciptakan Zaman Aman, Makmur, Adil dan Sejahtera di Indonesia

Posted: April 10, 2010 in Abad Akhir Ramalan Jayabaya, Jayabaya
Tag:, ,

Prabu Jayabaya adalah Raja Kerajaan Kediri yang terkenal sakti dan berilmu tinggi, konon beliau adalah titisan Betara Wishnu, sang Pencipta Kesejahteraan di Dunia, yang akan menitis selama tiga kali. Beliau memerintah Kerajaan Kediri pada sekitar tahun 400-an Masehi. Beliau mampu meramalkan berbagai kejadian yang akan datang yang ditulis oleh beliau dalam bentuk tembang-tembang Jawa yang terdiri atas 21 pupuh berirama Asmaradana, 29 pupuh berirama Sinom, dan 8 pupuh berirama Dhandanggulo. Kitab ini dikenal dengan nama Kitab Musarar.

Ramalan Jayabaya dibagi dalam 3 zaman yang masing-masing berlangsung selama 700 tahun, yaitu Zaman Permulaan (Kali-swara), Zaman Pertengahan (Kali-yoga) dan Zaman Akhir (Kali-sangara).

Yang menarik dari ramalan Jayabaya adalah ramalan Zaman Akhir (Kali-sangara) dari tahun Masehi 1401 sampai dengan tahun 2100, karena kita dapat membuktikannya dengan catatan sejarah Indonesia /Jawa dalam periode tersebut.

Ramalan Jayabaya dalam periode Akhir tersebut cukup akurat dalam meramalkan bangkit dan runtuhnya kerajaan-kerajaan Jawa (Indonesia), naik-turunnya para Raja-raja dan Ratu-ratunya atau Pemimpinnya, yang terbagi dalam tiap seratus tahun sejarah, yaitu Kala-jangga (1401-1500 Masehi), Kala-sakti (1501-1600 M), Kala-jaya (1601-1700 M), Kala-bendu (1701-1800 M), Kala-suba (1801-1900 M), Kala-sumbaga (1901-2000), dan Kala-surasa (2001-2100 M).

Munculnya Presiden Sukarno sebagai Pemimpin Indonesia, Pendiri Republik Indonesia dalam periode Kala-sumbaga (1901-2000) diramalkan secara cukup akurat. Beliau digambarkan sebagai seorang Raja yang memakai kopiah warna hitam (kethu bengi), sudah tidak memiliki ayah (yatim) dan bergelar serba mulia (Pemimpin Besar Revolusi). Sang Raja kebal terhadap berbagai senjata (selalu lolos dari percobaan pembunuhan), namun memiliki kelemahan mudah dirayu wanita cantik, dan tidak berdaya terhadap anak-anak kecil yang mengelilingi rumah beliau (mundurnya beliau karena demo para pelajar dan mahasiswa). Sang Raja sering mengumpat orang asing sebagai lambang bahwa beliau sangat anti Imperialisme. Dalam tembang Jawa berbunyi: “Ratu digdaya ora tedhas tapak paluning pandhe sisaning gurinda, nanging apese mungsuh setan thuyul ambergandhus, bocah cilik-cilik pating pendhelik ngrubungi omah surak-surak kaya nggugah pitik ratu atine cilik angundamana bala seberang sing doyan asu”.

Bung Karno bergelar Panglima Tertinggi ABRI, siapa yang menentangnya bisa celaka, menyerang tanpa pasukan, sakti tanpa pusaka, dan menang perang tanpa merendahkan lawannya, kaya tanpa harta, benderanya merah-putih. Beliau meninggal dalam genggaman manusia. Dalam tembang Jawa berbunyi: “sing wani bakal wirang, yen nglurug tanpa bala, digdaya tanpa aji apa-apa, lamun menang tanpa ngasorake liyan, sugih tan abebandhu, umbulane warna jenang gula klapa. Patine marga lemes.”

Naik-turunnya Preside RI ke-2 Suharto juga secara jelas diramalkan oleh Prabu Jayabaya pada Bagian Akhir tembang Jawa butir 11 sampai 16 sebagai berikut: “Ana jalmo ngaku-aku dadi ratu duwe bala lan prajurit negara ambane saprowulan panganggone godhong pring anom atenger kartikapaksi nyekeli gegaman uleg wesi pandhereke padha nyangklong once gineret kreta tanpa turangga nanging kaobah asilake swara gumerenggeng pindha tawon nung sing nglanglang Gatotkaca kembar sewu sungsum iwak lodan munggah ing dharatan. Tutupe warsa Jawa lu nga lu (wolu / telu sanga wolu / telu) warsa srani nga nem nem (sanga nenem nenem) alangan tutup kwali lumuten kinepung lumut seganten.

Beliau muncul sebagai Pemimpin yang didukung oleh Angkatan Bersenjata RI (darat, udara dan laut), berlambang Kartikapaksi, memakai topi baja hijau (tutup kwali lumuten) pada tahun 1966. Zaman pemerintahan Presiden Suharto (Orde Baru) berlangsung selama 30 tahun, dan menurut Jayabaya ada tiga raja yang menguasai tanah Jawa /Indonesia saat itu sebagai lambang kekuasaan dari tiga kekuatan politik: Golkar-Parpol-ABRI. Ketiga kekuatan itu menghilang saat Pak Harto mundur, karena saling berselisih. Setelah itu tidak ada lagi raja yang disegani, dan para Bupat Manca Negara (luar Jawa) berdiri sendiri-sendiri (otonom).

Setelah lenyapnya kekuasaan tiga raja tersebut diatas, Jayabaya meramalkan datangnya seorang Pemimpin baru dari negeri seberang, yaitu dari Nusa Srenggi (Sulawesi), ialah Presiden BJ Habibie.

Ramalan Jayabaya bagi Indonesia setelah tahun 2001 Indonesia akan menjadi sebuah negeri yang aman, makmur, adil dan sejahtera sebagai akhir dari Ramalan Jayabaya (Kala-surasa, 2001-2100 M), zaman yang tidak menentu (Kalabendu) berganti dengan zaman yang penuh kemuliaan, sehingga seluruh dunia menaruh hormat. Akan muncul seorang Satriya Piningit sebagai Pemimpin baru Indonesia dengan ciri-ciri sudah tidak punya ayah-ibu, namun telah lulus Weda Jawa, bersenjatakan Trisula yang ketiga ujungnya sangat tajam, sbb:

“Mula den upadinem sinatriya iku wus tan abapa, abibi, lola, wus pupus weda Jawa mung angendelake trisula, landepe trisula sing pucuk gegawe pati utawa untang nyawa, sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan, sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda.”

Ramalan selanjutnya adalah:

“Inilah jalan bagi yang selalu ingat dan waspada! Agar pada zaman tidak menentu bisa selamat dari bahaya atau “jaya-baya”, maka jangan sampai keliru dalam memilih pemimpin. Carilah sosok Pemimpin yang bersenjatakan Trisula Weda pemberian dewa. Bila menyerang tanpa pasukan, kalau menang tidak menghina yang lain. Rakyat bersukaria karena keadilan Tuhan telah tiba. Rajanya menyembah rakyat yang bersenjata Trisula Weda; para pendetapun menghargainya. Itulah asuhannya Sabdopalon – yang selama ini menanggung rasa malu tetapi akhirnya termasyhur- karena segalanya tampak terang benderang. Tidak ada lagi yang mengeluh kekurangan; itulah pertanda bahwa zaman tidak menentu telah usai berganti zaman penuh kemuliaan, sehingga seluruh dunia pun menaruh hormat.”

Di zaman modern abad ke-21 saat ini dengan berbagai persenjataan modern dan alat tempur yang canggih, mulai dari senjata nuklir, roket, peluru kendali, dan lain-lainnya, maka senjata Trisula Weda mungkin bukanlah senjata dalam arti harafiah, tetapi adalah senjata dalam arti kiasan, tiga kekuatan yang mebuat seorang Pemimpin disegani segenap Rakyatnya. Bisa saja itu adalah tiga sifat-sifat sang Pemimpin, seperti: Benar, Lurus, Jujur (bener, jejeg, jujur) seperti yang diungkapkan dalam tembang-tembang Ramalan Jayabaya.

Demikian pula tentang sosok sang Pemimpin yang digambarkan sebagai Satriya Piningit, bukanlah seseorang yang tiba-tiba muncul, tetapi Ia adalah seorang Pemimpin Indonesia yang sifatnya tidak mau menonjolkan diri, tetapi Ia bekerja tanpa pamrih, menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan bangsa dan negara. Sudah ada langkah-langkahnya yang nyata yang dapat ditelusuri dalam kehidupannya sehari-hari.

Mungkinkah Sang Satria Piningit ini muncul dalam waktu dekat untuk mengantarkan Indonesia kepada Cita-cita para Pendiri Bangsa sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, yaitu negeri yang aman, makmur, adil dan sejahtera bagi segenap Rakyat Indonesia.

Siapakah gerangan sang Satriya Piningit ini? Silahkan ditanggapi.

Komentar
  1. Chepy Amiraga mengatakan:

    hi.. lam kenal ..
    blognya oke

    saling mengunjungi yaa ..

    http://chepyamiraga.wordpress.com/2010/04/10/patungan-yuuuk/

  2. Md Santo mengatakan:

    Menarik sekali artikelnya pak Mitro yang sekaligus mengingatkan juga saya kepada uraiannya ayah saya almarhum tentang ramalan Joyoboyo secara menditel. Cuma sayangnya saya tidak bisa mengikuti secermat pak Mitro ini.

    Pak Mitro, dalam hal ini saya memiliki “point of view” berbeda. Satrio Piningit yang akan/sedang muncul tidak dalam bentuk seseorang, tapi dalam bentuk “turunnya kesadaran yang dibungkus dalam suatu tatanan sistem kehidupan” Sistem tsb tidak lain adalah Knowledge Management (KM) yang bermakna luas mewakili Knowledge sebagai “Human Knowing Tools” yang mana saya bagi 3 tahapan : Pertama, berasal dari Susunan Saraf Tepi atau Indera manusia termasuk Saraf Otonom kita (saya sebut sebagai Knowledge with Lower Consciousness atau KLC). Kedua, dari Susunan Saraf Pusat atau Otak Pikiran atau Mind Brain (sebagai Knowledge with Medium Consciousness atau KMC). Ketiga dari DNA Kesadaran atau Consciousness DNA (sebagai Knowledge with Higher Consciousness atau KHC). Karena K adalah Kesadaran Manusia itu sendiri, maka dalam deduksi saya berkesimpulan KM harus memiliki struktur yang identik atau analog dengan “Human Being”. Dalam hal ini secara empiris saya nyatakan : “KM Tools derived from KLC, KM Process Framework derived from KMC and KM Standards (Culture and Value Management) derived from KHC respectively” dan kesemua ini disebut sebagai Human System Biology-based KM atau Trisula-nya sistem KM

    Jadi KM bukanlah suatu teknik manajemen tapi lebih dari itu yakni sebagai mekanisme akses, berkesadaran dan berperilaku sebagai subjek yang bisa dipakai oleh tipe-tipe teknik manajemen lain ( … as an access mechanisms that can be used across any management tool type such as Total Quality Management, Learning Organization, Benchmarking, Process Classification Framework, Business Process Reengineering, Balanced Scorecard, Business Intelligence including Social Media platforms etc. wherein each with their specific functions to be orchestrated under KM’s consciousness…. http://www.scribd.com/doc/28696847/How-to-re-postulating-the-paradigm-of-Knowledge-and-Knowledge-Management )

    Menurut hemat saya, KM dalam tahapannya saat ini adalah sebagai “Satrio Piningit” yang turun dalam tahapan sejarah ummat manusia sebagai Complex Adaptive System dalam mengenali dan memahami alam dimana KM sebagai bagian entitas KW berada dipersimpangan evolusi menuju “Beyond Science” yang saya sebutkan al : …. we as human should put balance of our mind set between deducto-hypothetico-verificative as human scientific competence with our gnosis as natural or particular gift for doing something …..(Komentar saya atas tulisan Larry Prusak, Direktur Institute for Knowledge Management, berjudul : Using Knowledge Wisely: The Components of Good Judgment – http://kmedge.org/2010/03/knowledge-and-judgment-larry-prusak.html#more )

    Tentang konsep KW, saya mengembangkan paradigma dimana model DIKW perlu dijadikan model DI – KW yang mana DI dipisahkan dengan KW dengan catatan masing-masing adalah satu kesatuan (entitas) dan K memiliki artian lebih sempit yang harus dibedakan dengan K daripada Knowledge manusia dalam artian luas yang merepresentasikan Kesadaran manusia sejak awal hidup. Yang mana saya tekankan pula ….. From eastern concept, Knowledge with broad meaning also known as Noor or “Light”…..( http://mobeeknowledge.ning.com/forum/topics/repostulating-the-paradigm-of )

    Sebagai tambahan, yang disebut dengan Benar, Lurus, Jujur (bener, jejeg, jujur) seperti yang diungkapkan dalam tembang-tembang Ramalan Jayabaya dalam terminology KM adalah : Credibility, Strong Credential, Good Governance

  3. sudarto mengatakan:

    daripada bingung ramal, ayo dukung aku jadi Presiden RI 2014 nanti. Cita-citaku memang jadi Presiden sejak kecil.akan kubangun Indonesia sehingga menjadi negara adikuasa dan umat Islam sebagai umat mayoritas dapat meraih kejayaan yang kedua kalinya dan dunia pun akan aman sentosa. Yakinlah, jika saya jadi Presiden, semua harapan rakyat yang masuk akal dan tidak bertentangan dengan ajaran Allah akan saya usahakan untuk terwujud.Dukung saya dan sebarkan nama saya dan doakan. Pasangan saya adalah Warsian. Saya dan Warsiman telah sepakat untuk berpasangan untuk memimpin Indonesia mulai tahun 2014. Dukung dan doakan saya. Insya Allah Indonesia akan maju pesat.

  4. sudarto mengatakan:

    Presiden RI 2014 : Dr. Sudarto, M.Pd
    Biografi:
    Agama Islam
    Suku:Campuran Jawa-Bugis (keturunan Raja-Raja Majapahit)
    Pendidikan: S-3/Doktoral
    Pekerjaan Sekarang: Dosen
    Wakil Presiden RI 2014 : Dr. Warsiman, M.Pd
    Agama Islam
    Suku Jawa
    Pekerjaan : Dosen
    Insya Allah, Semoga Allah meredloi. Amin.Mohon dukungan dari bapak/Ibu/Saudara/i.Trmkash.salam: Presiden/Wapres 2014…Insya Allah: Dr. Sudarto, M.Pd/Warsiman
    Merdekaa……Salam bung Karno……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s