Christianto Wibisono: Era Kapitalisme 4.0 – Tidak Terlalu Liberal maupun Regulated, Ekonomi Jalan Tengah?

Posted: November 9, 2010 in Kapitalisme 4.0 sebagai tren baru Ekonomi Global
Tag:, , , , , , , , , , , ,

Menarik sekali tulisan Christanto Wibisono di Harian Kompas 8 Nov 2010 tentang sejarah perkembangan Kapitalisme, mulai dari Kapitalisme 1.0 sampai saat ini Kapitalisme 4.0.

Kapitalisme 1.0 didasarkan atas teori Adam Smith tentang pasar bebas murni (laisez faire) yang berlangsung dari tahun 1800-an sampai berakhir dengan kegagalannya, yaitu ambruknya pasar saham Wall Street pada Oktober 1929, dan menimbulkan resesi dunia yang berkepanjangan.

Ideologi Kapitalisme ditentang keras oleh Partai Komunis Uni Sovyet dan RRC yang muncul pada tahun 1917 dengan ideologi Komunisme.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, maka dimunculkan Kapitalisme 2.0 sebagai hasil dari kombinasi teori Keynesian (John Maynard Keynes) dan New Deal (Presiden AS Franklin D. Roosevelt). Kapitalisme 2.0 ini bersaing ketat dengan ideologi Komunisme hingga tahun 1970-an, setelah RRC dan Uni Sovyet mau mengadopsi ideologi Kapitalisme 2.0 pada tahun 1979, dan meninggalkan secara bertahap ideologi Komunisme mereka.

Kapitalisme 2.0 dilanjutkan dengan Kapitalisme 3.0 setelah Presiden AS Ronald Reagan dan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher menerapkan swastanisasi dan liberalisasi sektor finansial. Hasilnya setelah 29-tahun berjalan adalah jatuhnya kembali pasar saham Wallstreet beserta Lehman Brothers pada tahun 2008, setelah 10-tahun sebelumnya meruntuhkan perekonomian Asia Timur termasuk Indonesia. Ini adalah dampak dari Fundamentalisme pasar dengan ekonomi gelembung (Bubble Economy).

Manusia kembali harus belajar dari pengalaman masa lalu, dimana liberalisasi pasar tidak boleh terlalu liberal, dan regulasi tidak boleh terlalu ketat. Ini adalah hasil dari kekalahan Presiden Barack Obama pada tanggal 3 November 2010 yang lalu. Kebijakan Obama yang terlalu pro Ekonomi Kerakyatan harus dirubah untuk juga memberikan ruang bagi liberalisasi pasar yang tidak terlalu liberal. Jadi antara kedua kubu itu harus di-regulasi secara berimbang. Ini akan menjadi ideologi Kapitalisme 4.0 atau Ekonomi Jalan Tengah yang pernah dimunculkan saat Pemilu Presiden R.I. 2009 yang lalu.

Pengalaman Perekonomian Global yang sekarang harus mengadopsi Kapitalisme 4.0 atau Perekonian Jalan Tengah ini juga harus diterapkan dalam regulasi Telematika Indonesia, dimana regulasinya tidak boleh terlalu ketat, tetapi hendaknya agar berimbang, antara peran swasta dan masyarakat dengan peran Pemerintah.

Silahkan ditanggapi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s